Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH DALAM MENCEGAH ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Windri Sipa Annisa; Diyanah Kumalasari; Ria Yulianti Triwahyuningsih
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6817

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar, terutama di kalangan remaja putri, karena kebutuhan zat besi yang meningkat, kehilangan darah menstruasi, dan asupan makanan yang tidak memadai. Anemia pada remaja dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik, kinerja akademik, dan hasil reproduksi di masa depan. Suplementasi zat besi melalui tablet besi telah banyak direkomendasikan sebagai strategi pencegahan; namun, bukti tentang efektivitasnya bervariasi di berbagai penelitian. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan meringkas temuan penelitian yang ada tentang efektivitas suplementasi tablet besi dalam mencegah anemia di kalangan remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan naratif. Artikel-artikel yang relevan diperoleh dari basis data elektronik, termasuk Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, menggunakan kata kunci seperti suplementasi zat besi, anemia, dan remaja putri. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2025 yang memenuhi kriteria inklusi ditinjau dan dianalisis. Hasil: Sebagian besar penelitian yang ditinjau melaporkan bahwa suplementasi tablet besi efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan mengurangi risiko anemia di kalangan remaja putri. Hasil yang lebih baik terkait dengan kepatuhan yang baik dan asupan nutrisi yang mendukung, sementara hasil yang tidak konsisten diamati dalam penelitian dengan kepatuhan yang terbatas atau periode intervensi yang lebih singkat. Kesimpulan: Suplementasi tablet besi efektif dalam mencegah anemia di kalangan remaja putri, terutama jika disertai dengan kepatuhan yang baik dan dukungan nutrisi yang memadai.
Efektivitas dan Efek Samping Kontrasepsi Non-Hormonal: Tinjauan Literatur dari Berbagai Pendekatan dan Metode Ikha Nurul 'Ain; Hughes Syamsinar; Windri Sipa Annisa; Nur’aqilah Az Zahra; Ria Yulianti Triwahyuningsih
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.188

Abstract

Kontrasepsi non-hormonal merupakan alternatif penting dalam pengendalian kelahiran dan kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan yang tidak dapat atau tidak ingin menggunakan metode berbasis hormon. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, keamanan, dan efek samping berbagai metode kontrasepsi non-hormonal berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur melalui pencarian artikel pada basis data PubMed dan diperoleh 21 jurnal internasional yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi mekanisme kerja, tingkat efektivitas, serta potensi risiko masing-masing metode. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas kontrasepsi non-hormonal sangat dipengaruhi oleh kepatuhan dan pengetahuan pengguna. Kondom efektif dalam mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual apabila digunakan secara konsisten dan benar, meskipun dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian pengguna. Spermisida yang mengandung nonoxynol-9 tidak terbukti melindungi terhadap HIV dan berpotensi meningkatkan iritasi mukosa vagina. Metode alami seperti Lactational Amenorrhea Method (LAM) memiliki efektivitas tinggi (>98%) apabila memenuhi kriteria menyusui eksklusif, sedangkan Fertility Awareness-Based Methods (FABM) efektif bila dilakukan dengan pemantauan suhu basal dan lendir serviks secara tepat. IUD tembaga memiliki efektivitas lebih dari 99% serta aman untuk penggunaan jangka panjang, meskipun dapat menyebabkan peningkatan perdarahan menstruasi pada awal pemakaian. Metode permanen seperti tubektomi dan vasektomi juga terbukti sangat efektif dan aman secara klinis. Disimpulkan bahwa kontrasepsi non-hormonal merupakan pilihan yang aman dan fisiologis, namun keberhasilannya bergantung pada edukasi, konseling tenaga kesehatan, dan kedisiplinan pengguna.