Absrak. Penelitian ini menganalisis cara media massa membingkai isu pendidikan barak militer bagi siswa bermasalah melalui analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Studi ini membandingkan dua media daring, Tempo.co dan Viva.co.id, dalam memberitakan program yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tempo.co mengangkat kritik terhadap kebijakan tersebut, menyoroti pelanggaran hak anak, pendekatan militeristik yang tidak sesuai dengan prinsip pendidikan, serta ketidakwenangan TNI dalam pendidikan. Sementara itu, Viva.co.id menampilkan sudut pandang yang mendukung, dengan menekankan keyakinan keberhasilan program dan upaya kolaboratif lintas pihak. Tempo mengedepankan pendekatan edukatif dan perlindungan anak, sedangkan Viva menonjolkan legitimasi program dan optimisme keberhasilan. Temuan ini menunjukkan bahwa media memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik melalui strategi framing yang digunakan, dan menegaskan pentingnya literasi media agar masyarakat mampu menilai informasi secara kritis. Abstract. This study examines how mass media frame the issue of military-style education for troubled students through the framing analysis model of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. The study compares two online media outlets, Tempo.co and Viva.co.id, in reporting on a program initiated by the Governor of West Java, Dedi Mulyadi. Tempo.co tends to highlight criticism of the policy, emphasizing violations of children's rights, the militaristic approach that is inconsistent with educational principles, and the lack of authority of the military (TNI) in the field of education. Meanwhile, Viva.co.id presents a more supportive perspective, stressing confidence in the program’s success and collaborative efforts across stakeholders. Tempo prioritizes an educational approach and child protection, while Viva emphasizes the program’s legitimacy and optimism about its success. These findings indicate that the media play an important role in shaping public perception through the framing strategies they employ, and underscore the importance of media literacy so that the public can critically assess information.