Abstrak. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama berperan penting dalam membangun kecerdasan emosional anak melalui komunikasi yang efektif. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi, berdampak besar pada kehidupan sosial anak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran komunikasi keluarga dalam membangun kecerdasan emosional anak sebagai langkah preventif terhadap perundungan, mengingat meningkatnya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan melalui wawancara dengan orang tua siswa/i SMPN 21 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang efektif berperan penting dalam membangun kepercayaan diri anak, yang menjadi faktor kunci dalam menghadapi potensi perundungan. Keterbukaan komunikasi, motivasi orang tua, dan kecerdasan emosional anak berkontribusi pada kemampuan anak untuk beradaptasi, mengekspresikan diri, dan menghadapi tantangan sosial. Dukungan emosional orang tua, yang difasilitasi oleh komunikasi yang baik, membantu anak mengembangkan empati dan keterampilan sosial, sehingga lebih siap menghadapi dinamika sosial dan menolak pengaruh negatif. Meskipun membangun komunikasi yang efektif merupakan tantangan, peran aktif dan kehadiran emosional orang tua sangat krusial dalam membentuk anak yang percaya diri, peduli, dan memiliki kecerdasan emosional yang baik. Abstract. The family, as the primary educational environment, plays a crucial role in developing children's emotional intelligence through effective communication. Emotional intelligence, which encompasses the ability to recognize, understand, and manage emotions, significantly impacts children's social lives. This study aims to explore the role of family communication in building children's emotional intelligence as a preventive measure against bullying, especially in light of the increasing cases of bullying in school environments. A qualitative research approach using case studies was conducted through interviews with the parents of students at SMPN 21 Bandung. The findings indicate that effective family communication is essential in fostering children's self-confidence, which is a key factor in facing potential bullying. Openness in communication, parental motivation, and children's emotional intelligence contribute to their ability to adapt, express themselves, and confront social challenges. Parental emotional support, facilitated by good communication, helps children develop empathy and social skills, making them more prepared to face social dynamics and resist negative influences. Although building effective communication presents challenges, the active involvement and emotional presence of parents are crucial in shaping confident, caring children with strong emotional intelligence.