IPA Unit 1 Cendana merupakan unit pengolahan air yang memiliki kapasitas sebesar 300 liter/detik. Produksi air bersih pada IPA Unit 1 Cendana memerlukan kinerja unit pengolahan secara maksimal dengan menggunakan bahan kimia dan energi listrik dalam jumlah yang besar, sehingga berpotensi sebagai kontributor dampak negatif terhadap lingkungan akibat emisi yang dihasilkan. Analisis dampak negatif suatu kegiatan ke lingkungan dapat dihitung menggunakan beberapa pendekatan, salah satunya yaitu pendekatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori dampak yang timbul dan hotspot pada proses pengolahan air bersih di IPA Unit 1 Cendana serta memberikan usulan rekomendasi berdasarkan hasil analisis LCA yang telah dilakukan. Analisis LCA menggunakan bantuan software OpenLCA 2.3.1 dengan metode pendekatan dampak yang digunakan adalah CML v4.8 2016. Hasil penelitian menunjukkan kategori dampak yang timbul adalah climate change sebesar 1,11978 10-9 Pt dengan hotspot yaitu unit reservoir sebesar 5,72134 108 kgCO2eq , eutrophication sebesar 7,30363 104 Pt dengan hotspot yaitu unit sedimentasi sebesar 13.070,6 kgPO₄eq, dan photochemical oxidant formation sebesar 55,47133 Pt dengan hotspot yaitu unit desinfeksi sebesar 4,86292 kg ethylene-eq. Langkah mitigasi yang untuk meminimalisir dampak negatif climate change yaitu dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. Langkah mitigasi dampak eutrophication adalah dengan menambahkan feri-sulfat, pemanfaatan teknologi sistem bioelektrokimia (BES), dan bioreaktor membran osmotik (OMBR). Langkah mitigasi kategori dampak photochemical oxidant formation adalah penggunaan desinfektan alternatif seperti kloramin, peningkatan koagulasi, penggunaan alat prediksi berbasis komputer, dan pre-treatment elektrodialisis yang dilanjut dengan iradiasi vakum UV (VUV).