Latar Belakang: Wabah virus COVID-19 menyebabkan penurunan kunjungan pasien rawat jalan maupun rawat inap dan mengakibatkan penurunan tingkat okupansi rumah sakit. Hal ini membuat rumah sakit kesulitan menutupi biaya operasional rumah sakit. Penyusunan strategi yang tepat untuk memulihkan kondisi rumah sakit perlu dilakukan. Salah satunya dengan mendorong sarana promosi kreatif dengan media sosial. Di masa pandemi media sosial semakin diminati dan menjadi sarana masyarakat untuk mencari informasi seputar kesehatan. Media sosial sangat efektif dalam mempromosikan segala sesuatu karena mudah dioperasikan, gratis, dan memiliki pangsa pasar yang besar. Bagi fasilitas pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit, kehadiran media sosial berpotensi memperluas jangkauan organisasi, mendukung permintaan pasien dalam membuat janji temu kunjungan, serta meningkatkan citra dan reputasi rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemasaran melalui media sosial dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien di rumah sakit semasa pandemi COVID-19 yaitu tahun 2019 – 2022. Metode: Kajian sistematis ini menggunakan metode PRISMA mengkaji artikel yang dipublikasi pada tahun 2019 hingga 2022 melalui database pencarian Google Scholar dan PubMed. Sumber artikel penelitian didapatkan menggunakan kata kunci “social media account†dikombinasikan dengan kata kunci “hospital†dan “patient visitâ€. Hasil: Sebanyak 7 artikel dipilih untuk kajian sistematis. Hasilnya diklasifikasikan dan dilaporkan berdasarkan dua kategori, yaitu jenis platform dan efektivitasnya dalam meningkatkan kunjungan pasien. Jenis platform yang paling sering digunakan adalah Facebook kemudian diikuti dengan Instagram dan Twitter. Sedangkan manfaat terpenting adalah meningkatkan kepekaan merek (brand awareness) dan mempengaruhi minat kunjungan pasien. Kesimpulan: Media sosial memungkinkan pasien untuk berkontribusi dalam pengetahuan, pengalaman pribadi, dan umpan balik tentang operasional rumah sakit. Kepuasan pasien akan menyebar ke kolega mereka dan efek ini tidak dapat dilakukan melalui iklan.