Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Usia, Masa Kerja, dan Indeks Masa Tubuh dengan Kualitas Tidur Perawat Instalasi Rawat Inap pada Rumah Sakit X Gresik: Correlation Between age, Length of Service, and Body Mass Index with Sleep Quality of Inpatient Nurses at X Gresik Hospital Mufadhol, Ahmad Farras; Yustinus Denny Ardyanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.3740

Abstract

Latar belakang: Kualitas tidur dapat diartikan sebagai hasil dari keadaan tidur seseorang yang menghasilkan kesegaran dan kebugaran disaat seseorang terbangun, kualitas tidur dapat dilihat dari seberapa optimal kondisi tidur seseorang. Kekurangan tidur dapat mengakibatkan peningkatan prevalensi kelelahan kerja, pelambatan proses berpikir, peningkatan kesalahan dalam pelayanan, serta penurunan daya ingatan yang dapat berakibat fatal bagi pekerjaan perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel karakteristik individu yang terdiri dari usia, masa kerja, dan indeks masa tubuh dengan variabel kualitas tidur pada perawat instalasi rawat inap RS X Gresik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitic dengan pendekatan cross-sectional, data diambil melalui bantuan kuesioner penelitian mengenai karakteristik individu dan kuesioner PSQI untuk mengetahui kualitas tidur perawat. Digunakan juga data sekunder untuk menunjang jalannya penelitian ini. Hasil: Terdapat 16 atau 30,2% responden yang memiliki kualitas tidur yang baik, sedangkan terdapat 37 atau 69,8% perawat yang memiliki kualitas tidur yang buruk. Berdasarkan analisis korelasi diketahui hubungan antara variabel usia dengan kualitas tidur dengan nilai p-value (0,010 < 0,05), diketahui juga bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel masa kerja dengan kualitas tidur dengan nilai p-value (0,309 > 0,05), diketahui pula bahwa terdapat hubungan antara variabel indeks masa tubuh dengan kualitas tidur dengan nilai p-value (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Terdapat permasalahan kualitas tidur yang cukup tinggi pada perawat RS X, Gresik, ditandai dengan tingginya jumlah perawat yang mengalami kualitas tidur yang buruk (69,8%). Terdapat hubungan antara variabel usia dan status gizi dengan kualitas tidur yang dialami oleh perawat, sedangkan tidak ditemukan hubungan antara variabel masa kerja dengan kualitas tidur.
Pendampingan Kegiatan “Tok..Tok..Tok..: Training of Kader” sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Kader dalam Pelaksanaan Skrinning Hipertensi dan Diabetes di Desa Ngrandu, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur: Penelitian Ineztia Sila Widya Prasanti; Nurul Fitriyah; Yustinus Denny Ardyanto; Rayinda Prasetya Putri; Aqila Rachmasari; Naufal Aulia Bagas Putra; Alifia Nezaluna Amalia Iasyah; Safira Aurellia Salsabila; Raissyah Fatika Rahma Dewi; Fathiyya Defrina Putri; Tuty Alawiyah; Gita Mahendra Putranto; Cindy Aulia Suryaningrum; Sevina Nabilah Khansa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3020

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus pose significant health challenges globally and in Indonesia. This study aims to evaluate the effectiveness of the “Tok..Tok..Tok..: Training of Cadres” program in improving the skills of health cadres in conducting hypertension and diabetes screening in Ngrandu Village, Ponorogo Regency. A descriptive observational design was employed involving 50 cadres participating in the training. Data were collected using Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) questionnaires, practice observation sheets, and in-depth interviews. Descriptive statistical analysis and data triangulation were applied. Results showed that 84% of cadres attended the training, with over 50% achieving scores ≥70 in all assessed skill aspects. The training significantly enhanced cadres’ competencies in screening, educative communication, and referral determination. The study concludes that the “Tok..Tok..Tok..” training effectively strengthens cadre capacity, supporting the success of Primary Service Integration (ILP) at the village level. Future research should explore long-term impacts and digital training modules.