Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran kolaborasi orang tua dan guru dalam menstimulasi Multiple Intelligences (MI) anak usia dini di era digital, dengan menyoroti bentuk kolaborasi, intensitas keterlibatan, serta mekanisme pembelajaran berbasis teknologi. Kajian dilakukan melalui analisis sistematis terhadap berbagai studi empiris yang diperoleh dari basis data seperti Scopus. Penelitian yang dianalisis mencakup periode 2021–2025 dan difokuskan pada konteks kolaborasi digital, penerapan teori MI, serta keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi digital antara orang tua dan guru mencakup aplikasi pembelajaran, video interaktif, dan kelas daring yang mendorong peningkatan signifikan dalam kecerdasan linguistik, kinestetik, dan interpersonal anak. Bukti kuantitatif mendukung efektivitas pendekatan ini, dengan peningkatan kemampuan fonik hingga 83% (n-gain 0,81–0,83) dan peningkatan kemampuan regulasi diri (R²=0,36). Namun, keterbatasan dalam akses teknologi, literasi digital, dan pelatihan profesional guru menjadi faktor pembatas utama. Strategi mitigasi berupa pelatihan mikro, penyusunan kebijakan berbasis inklusi digital, dan penguatan kapasitas profesional pendidik direkomendasikan untuk mengatasi hambatan tersebut. Kolaborasi digital yang terintegrasi dengan teori MI terbukti mampu memperkuat hubungan rumah–sekolah, memperkaya pengalaman belajar anak, serta mendorong pengembangan kecerdasan jamak secara holistik. Kajian ini memberikan implikasi penting bagi kebijakan pendidikan anak usia dini di era digital yang menekankan kesetaraan akses, partisipasi orang tua, dan kompetensi digital guru.