Wasting pada bayi merupakan masalah gizi akut yang ditandai dengan indikator z-score BB/PB <-2 SD. Penyebab wasting dibedakan menjadi dua, yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. ASI eksklusif dapat mencegah secara langsung terjadinya wasting pada bayi karena kandungan nutrisi yang lengkap. Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI saja pada bayi usia 0-6 bulan. Keberhasilan menyusui eksklusif dipengaruhi oleh pemahaman ibu terkait ASI dan dukungan emosional keluarga maupun tenaga kesehatan. Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu dalam pemberian ASI eksklusif bayi 0-5 bulan di Desa Sekarpuro melalui metode Quasi-Eksperimental. Terdapat 10 responden yang terlibat dalam sesi edukasi dan 1 responden terpilih dalam sesi pendampingan. Materi edukasi yang diberikan adalah terkait definisi ASI eksklusif, manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, kandungan zat gizi pada ASI, durasi dan frekuensi menyusui yang tepat, posisi ibu dan bayi saat menyusui, aturan penyimpanan ASI perah, tips menjaga produksi ASI, dan zat gizi yang dibutuhkan ibu menyusui. Hasil rata-rata pre-test dan post-test adalah 62 dan 94 dengan peningkatan sebesar 32 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-posttest (p=0,011). Sedangkan, hasil observasi pendampingan menunjukan perubahan positif ibu dalam praktik menyusui. Program edukasi dan pendampingan efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pemberian ASI eksklusif. Dengan demikian, program ini menjadi upaya penguat pencegahan wasting pada bayi 0–5 bulan.