Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terjadinya trance dan mendefinisikan peran bacaan serta gerakan terhadap terjadinya trance pada sebuah tradisi yang bernama Ratik Tagak. Tradisi ini bisa dijumpai pada perayaan Hari Rayo Anam di Jorong Sikaladi Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Ratik Tagak adalah salah satu bentuk wirid atau dzikir yang berkembang di masyarakat Minangkabau. Praktek ini bersumber dari tradisi islam khususnya bagi orang yang mempelajari ilmu Tarekat. Di Jorong Sikaladi Nagari Pariangan, aliran tarekat yang dianut dan dipelajari oleh masyarakat yaitu ajaran Tarekat Syattariyah. Kalimat dzikir dalam tradisi Ratik Tagak terdiri dari 4 bacaan yaitu kalimat Laa Ilaaha Illallah, Allah – Allah, Hu – Allah dan Allah – Hu. Dengan kekhusyukan dalam beribadah, beberapa peserta ada yang mengalami suatu pengalaman hilang kesadaran yang dikenal dengan istilah Malalu atau trance. Penelitian ini mengunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, dimana pengumpulan data terdiri dari studi kepustakaan, observasi, survey, dokumentasi dan wawancara. Bab I terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. Bab II terdiri dari tinjauan pustaka dan landasan teori. Bab III terdiri dari metode penelitian. Bab IV terdiri dari pembahasan trance Ratik Tagak dan ditutup bab V dengan kesimpulan serta saran. Hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa terdapat banyak tahap dalam proses terjadinya trance dan juga peran bacaan serta gerakan sangat berpengaruh sebagai mediasi pencapaian trance dalam tradisi Ratik Tagak.