Drug Related Problems (DRPs) merupakan masalah yang akan terjadi yang berkaitan dengan terapi obat yang sedang digunakan oleh penderita. Kejadian DRP merupakan penyebab kematian 4 dari 6 orang pasien dan biaya untuk kejadian DRP dua kali lebih besar dibandingkan terapi yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengedintifikasi kejadian dan angka kejadian DRP kategori interaksi obat overdose, underdose, ada obat tidak ada indikasi, ada indikasi tidak ada obat, reaksi obat yang tidak diharapkan pada pasien depresi di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini bersifat deskriktif dilaksanakan secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini semua data rekam medis pasien depresi rawat jalan sebanyak 45 pasien. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh atau sampling sensus, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Berdasarkan analisis pada 45 data rekam medis dengan diagnosis akhir mengalami depresi yang menjalani rawat jalan sejak periode Januari – Desember 2022 di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya DRP pada kategori interaksi obat sebanyak 15 pasien dengan presentase (100%) sedangkan pada overdose, underdose, ada obat tidak ada indikasi, ada indikasi tidak ada obat dan reaksi obat yang tidak diharapkan tidak didapatkan kasus DRP. Perlu adanya peran yang maksimal dari dari dokter dan farmasi di Rumah Sakit Jiwa untuk memonitoring dan mengevaluasi penggunaan obat pada pasien agar tidak terjadi DRPs. Untuk pada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian secara prospektif agar dapat mengamati pengobatan yang diberikan kepada pasien yang tidak dapat diamati secara retrospektif.