Penelitian ini didasarkan pada Theory of Planned Behavior dan Social Exchange Theory yang menjelaskan bahwa kepuasan kerja dan komitmen organisasi memengaruhi turnover intention auditor, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kinerja auditor sebagai bentuk pertukaran sosial antara individu dan organisasi. Populasi penelitian mencakup auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Semarang, dengan sampel sebanyak 107 auditor dari 10 KAP. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor. Selanjutnya, kinerja auditor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, kepuasan kerja dan komitmen organisasi juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Pengujian variabel mediasi menggunakan uji Sobel menunjukkan bahwa kinerja auditor secara signifikan memediasi pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention, dengan nilai one-tailed probability sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil serupa juga ditemukan pada pengaruh komitmen organisasi terhadap turnover intention yang dimediasi oleh kinerja auditor. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan memperkuat peran kinerja auditor sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan turnover intention, serta mendukung relevansi Theory of Planned Behavior dan Social Exchange Theory dalam konteks perilaku auditor di Kantor Akuntan Publik.