Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estetika Puisi Arab Klasik Analisis Stilistika atas Karya alMutanabbi Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin, Hilalludin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 01 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Arab klasik sejak pra-Islam hingga masa Abbasiyah tidak hanya hadir sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi intelektual, sosial, dan ideologis. Di antara penyair besar tradisi ini, Abu al-Ṭayyib al-Mutanabbi (915–965 M) menempati posisi istimewa dengan puisi yang memadukan kekuatan bahasa, kedalaman makna, dan fungsi politis. Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika puisi al-Mutanabbi melalui pendekatan stilistika untuk menyingkap perangkat kebahasaan yang membangun daya estetik dan retorisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan data utama berupa Dīwān al-Mutanabbi dan literatur pendukung terkait teori stilistika Arab klasik maupun modern. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan perangkat morfologis, fonologis, semantik, musikal, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan puisi al-Mutanabbi lahir dari integrasi utuh antarunsur kebahasaan: pola morfologis intensif memperbesar daya ekspresif, rima dan aliterasi menciptakan musikalitas, metafora dan oposisi dikotomis memperluas makna filosofis, sedangkan hiperbola dan paralelisme memperkuat fungsi retoris. Integrasi aspek-aspek tersebut menjadikan puisi al-Mutanabbi bukan hanya cermin zamannya, tetapi juga karya universal yang tetap relevan dalam wacana sastra global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa estetika puisi al-Mutanabbi harus dipahami secara komprehensif, dan implikasinya dapat diterapkan dalam pengajaran sastra Arab di Indonesia agar lebih apresiatif dan bermakna.
Green Islamic Finance: Strategi Perbankan Syariah dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 2 No 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis lingkungan global mendorong lahirnya kebutuhan terhadap sistem keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Green Islamic Finance muncul sebagai pendekatan yang mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi strategis perbankan syariah dalam mendukung ekonomi hijau, strategi implementasi Green Islamic Finance, peluang Indonesia sebagai pusat pengembangannya, serta tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur, regulasi, dan hasil penelitian terbaru terkait keuangan syariah dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki kesesuaian struktural dengan prinsip green finance karena berbasis sektor riil, pembagian risiko, dan nilai etika yang mendukung keberlanjutan. Implementasi Green Islamic Finance memerlukan restrukturisasi portofolio pembiayaan, inovasi produk hijau, serta penguatan operasional berbasis ESG. Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat Green Islamic Finance karena didukung oleh pasar syariah yang luas, kebutuhan investasi hijau yang tinggi, serta dukungan regulasi yang semakin berkembang. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas industri, kesiapan sumber daya manusia, dan rendahnya literasi pasar terhadap pembiayaan berkelanjutan. Dengan demikian, Green Islamic Finance berpotensi menjadi model integratif dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.