Abstrak: Pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar penting bagi siswa, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR), agar mampu memberikan bantuan awal saat terjadi kegawatdaruratan di sekolah. Di SMAN 16, keterampilan tersebut belum optimal akibat kurangnya kaderisasi dan minimnya pengulangan materi, terutama dalam teknik pembidaian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa PMR melalui pelatihan pertolongan pertama berfokus pada pembidaian. Metode yang digunakan mencakup teori dan praktik melalui pre-test, pemberian materi, demonstrasi, simulasi keterampilan, serta post-test untuk evaluasi hasil belajar. Sebanyak 30 siswa PMR menjadi mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan tes tertulis dan observasi praktik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (rata-rata nilai naik dari 70 menjadi 96) dan keterampilan pembidaian yang lebih sistematis serta sesuai standar. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan menjadi kader kesehatan sebaya. Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas siswa dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah.Abstract: First aid is an essential basic skill for students, especially members of the Indonesian Red Cross Youth (PMR), to be able to provide initial assistance in case of emergencies at school. At SMAN 16, these skills are not yet optimal due to a lack of training and minimal repetition of material, especially in splinting techniques. This service activity aims to improve the knowledge and skills of PMR students thru first aid training focused on splinting. The methods used include theory and practice thru pre-tests, material delivery, demonstrations, skills simulations, and post-tests to evaluate learning outcomes. A total of 30 PMR students partnered for the activity. Evaluation is conducted thru written tests and practical observation. The results showed a significant improvement in knowledge (average score increased from 70 to 96) and more systematic and standardized splinting skills. Participants also showed increased confidence and readiness to become peer health educators. This training is effective in increasing student capacity and is recommended for continuous implementation in schools.