Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparison of Criminal Sanctions in Sharia Law and Positive Law: Jinayah Fiqh Perspective Siti Nurjannah Lase; Layla Hasfajira Br. Tambunan; Aufiya Muhammad Syukri Alghiffary; Gilang Ade Prabowo
ISNU Nine-Star Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Vol.2 No.3 Desember 2025
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/ins9mj.v2i3.921

Abstract

This study aims to examine the comparison of criminal sanctions in Sharia law and positive law, with an emphasis on the view of Jinayah Fiqh. Sharia law, based on the Qur'an and Hadith, stipulates severe punishments and often severe sanctions for certain violations, such as hudud, qisas, and ta'zir. In contrast, positive laws applied in Indonesia emphasize the principles of restorative and rehabilitative justice, with sanctions varying from prison sentences to fines. This study applies a qualitative method with a comparative analysis approach to investigate the differences and similarities in the application of sanctions in the two legal systems. The findings of the study indicate that despite fundamental differences in methods and types of punishment, the two legal systems have a similar goal, which is to achieve social justice and order. By analyzing this comparison, it is hoped that similarities will be found between the two legal systems that can enrich law enforcement practices in Indonesia. This study contributes to the academic discourse on the merging of Sharia law and positive law within the framework of legal pluralism in Indonesia.
Pengaturan Hukum Mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual Dalam Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Syahnan Habibi Nasution; Siti Nurjannah Lase; Salwa Khairina Azzahra; Hadi Rafli Maulana Siregar; Ahmad Deedad
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025: Sahabat ISNU Mei
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan instrumen penting dalam melindungi hak cipta sebagai hasil dari kreativitas dan inovasi. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta memberikan dasar hukum yang jelas mengenai perlindungan terhadap karya cipta, serta hak dan kewajiban pemegang hak cipta di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hak cipta dalam UU No. 28 Tahun 2014, serta efektivitas perlindungan dan penegakan hukum terkait hak cipta di Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pengaturan hak cipta dalam UU No. 28 Tahun 2014? (2) Apa tantangan yang dihadapi dalam implementasi perlindungan hak cipta di Indonesia? (3) Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan perlindungan hak cipta berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014? Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis, yaitu mengkaji norma hukum yang ada, serta menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan hak cipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU No. 28 Tahun 2014 sudah memberikan kerangka hukum yang lebih jelas dan kuat dalam melindungi hak cipta, tantangan besar masih ada, terutama dalam hal penegakan hukum, kesadaran masyarakat, dan penyalahgunaan teknologi. Kesimpulannya, untuk meningkatkan perlindungan hak cipta di Indonesia, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kreatif, serta peningkatan kesadaran dan penegakan hukum yang lebih tegas.