ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media Shop Smart berbasis pendekatan pembelajaran mendalam dalam meningkatkan penguasaan kosakata sederhana pada siswa kelas I SD Negeri 2 Pulau Geronggang. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam mengenal kosakata benda sehari-hari akibat pembelajaran konvensional yang masih berpusat pada guru. Media Shop Smart yang memadukan kartu gambar, kartu kata, audio, serta simulasi kegiatan jual-beli diterapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Shop Smart mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, serta pemahaman kosakata siswa. Siswa terlibat aktif melalui permainan peran sebagai penjual dan pembeli sehingga mampu menggunakan kosakata dalam konteks nyata. Data evaluasi menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata dari 3–5 kata sebelum tindakan menjadi 8–12 kata setelah beberapa kali pertemuan. Temuan ini memperlihatkan bahwa media Shop Smart yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam efektif dalam memperkuat penguasaan kosakata sederhana serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa kelas rendah. Dengan demikian, media ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam pengembangan kosakata dasar. ABSTRACT This study aims to describe the implementation of the Shop Smart media based on a deep learning approach in improving the mastery of basic vocabulary among first-grade students at SD Negeri 2 Pulau Geronggang. The research was motivated by the low ability of students to recognize everyday object vocabulary due to conventional, teacher-centered learning. The Shop Smart media, which integrates picture cards, word cards, audio, and a simulated buying–selling activity, was applied to provide a concrete, interactive, and meaningful learning experience. This study employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the use of Shoop Smart media successfully enhanced students’ activeness, motivation, and vocabulary comprehension. Students participated actively through role-play activities as sellers and buyers, enabling them to use vocabulary in real-life contexts. Evaluation data show an increase in vocabulary mastery from 3–5 words before the intervention to 8–12 words after several sessions. These findings demonstrate that Shoop Smart media combined with a deep learning approach is effective in strengthening basic vocabulary acquisition and creating an enjoyable, meaningful learning atmosphere for lower-grade students. Therefore, this media can serve as an alternative instructional tool for Indonesian language learning in elementary schools, particularly in developing fundamental vocabulary skills.