Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah cara informasi diproduksi dan didistribusikan, khususnya di kalangan Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh di era digital. Studi ini menganalisis strategi yang digunakan Generasi Z untuk menembus algoritma media sosial agar konten mereka dapat menjadi viral dan menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi tren konten, analisis algoritma pada platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, serta wawancara dengan kreator konten muda. Temuan menunjukkan bahwa penetrasi algoritma didorong oleh tiga faktor utama: pemahaman tentang cara kerja algoritma, kreativitas dalam produksi konten, dan interaksi audiens yang konsisten. Generasi Z memanfaatkan wawasan platform, format video pendek dan mudah dibagikan, optimasi kata kunci dan tagar, serta waktu unggah yang strategis. Selain itu, keaslian dan relevansi dengan isu-isu terkini secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan berbagi organik. Secara keseluruhan, strategi digital yang adaptif, responsif, dan berbasis data sangat penting bagi Generasi Z dalam menavigasi sifat dinamis algoritma media sosial. Studi ini berkontribusi pada pengembangan literasi digital dan memberikan wawasan bagi pemasar, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memahami perilaku digital Generasi Z.