Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hambatan Yang Dihadapi Guru Dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam Melalui STEAM Putpitasari, Lasih; Annuri, Siti Rahma; Mardiyah, Yayu; Rara Rengganis, Putri Dwi; Bayuni, Tia Citra
Elementary School and Education Journal Vol. 2 No. 1 (2026): ESEJ- ELEMENTARY SCHOOL AND EDUCATION JOURNAL
Publisher : Elementary School and Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mendalam melalui pendekatan STEAM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika) adalah strategi pembelajaran inovatif yang menekankan integrasi lintas disiplin, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah dunia nyata. Meskipun pendekatan ini berpotensi mengembangkan kompetensi abad ke-21, penerapannya di sekolah masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam berbasis pendekatan STEAM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan skala likert dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada guru sekolah dasar dan analisis dokumen yang melibatkan guru sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi: (1) pemahaman guru yang terbatas tentang konsep STEAM, desain proyek, dan penilaian autentik; (2) fasilitas pembelajaran yang kurang memadai, seperti laboratorium, perangkat teknologi, dan bahan ajar; (3) waktu pembelajaran yang terbatas, sehingga pelaksanaan proyek tidak lengkap; (4) kurangnya program pengembangan profesional dan pembimbingan; serta (5) rendahnya motivasi siswa dan literasi teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek. Tantangan-tantangan ini menghambat integrasi antar bidang dan menghalangi pengembangan kreativitas, keterampilan pemecahan masalah, dan kolaborasi siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan STEAM yang berhasil memerlukan perencanaan yang sistematis, fasilitas yang memadai, peningkatan kompetensi guru, dan dukungan kurikulum melalui kolaborasi antar bidang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembelajaran berbasis STEAM yang efektif dan berkelanjutan.