Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI KESALAHAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI BIDANG DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS KELAS X SMA Supriyati, Agus
Jurnal Sains dan Matematika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Matematika
Publisher : PMIPA FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/sainmatika.v6i2.52566

Abstract

Pembelajaran matematika erat kaitannya dengan penalaran. Penalaran matematis adalah berpikir mengenai permasalahan-permasalahan matematika secara logis untuk memperoleh penyelesaian. Penalaran matematis juga mensyaratkan kemampuan untuk memilah apa yang penting dan tidak penting dalam menyelesaikan sebuah permasalahan dan untuk menjelaskan atau memberikan alasan atas sebuah penyelesaian. Tujuan pembelajaran matematika adalah agar siswa mampu: (1) memahami konsep matematika; (2) memecahkan masalah; (3) menggunakan penalaran matematis matematis; (4) mengomunikasikan masalah secara sistematis; dan (5) memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai dalam matematika. Dalam mempelajari matematika, dijumpai banyaknya kesulitan belajar yang dialami siswa sehingga menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam penyelesaian soal. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika perlu mendapat perhatian, di antaranya yaitu diidentifikasi agar diperoleh informasi tentang jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal tersebut, proses identifikasi kesalahan dikaitkan dengan kemampuan penalaran matematis siswa, karena tahap berpikir siswa SMA sudah mencapai tahap formal-operasional. Jenis kesalahan yang diidentifikasi merujuk pada kesalahan menurut Allan L.White, yaitu kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, serta kesalahan penulisan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metodologi penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 4 Kota Jambi yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal Geometri Bidang serta tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes uraian dan pedoman wawancara. Dari tes yang dilakukan, diperoleh 5 orang sebagai subjek penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan. Disimpulkan bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh subjek yaitu kesalahan memahami (Comprehension Errors), yang persentasenya yaitu 60%. Artinya, dari 5 soal yang diberikan kepada masing-masing subjek, kemungkinan siswa melakukan kesalahan dalam memahami soal yaitu sebanyak 3 soal.