Urgensi penelitian dalam Implementasi model pembelajaran inovatif saat ini menghadapi tantangan besar terkait kesiapan pendidik dan adaptasi teknologi, sehingga diperlukan pendekatan yang fleksibel dan kontekstual agar pembelajaran tetap relevan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi krusial yang menentukan keberhasilan pertumbuhan anak pada tahap selanjutnya, di mana aspek kognitif menjadi kunci untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah. Namun, observasi awal di TKK Negeri Bogenga menunjukkan adanya kesenjangan pada kemampuan matematika anak, khususnya dalam menyatakan hubungan antar bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak dalam menyatakan hubungan antar bilangan melalui penggunaan media kincir angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif berbasis lapangan dengan analisis data deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 11 murid Kelompok B di TKK Negeri Bogenga. Data dikumpulkan melalui metode observasi menggunakan instrumen observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data menerapkan model interaktif dari Miles dan Huberman. Penelitian ini dilaksanakan pada periode September hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kincir angka memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif anak. Data observasi mengungkapkan bahwa 39,1% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 30,0% berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Secara akumulatif, 69,1% anak telah menguasai indikator kemampuan seperti mengurutkan bilangan, menentukan jumlah benda, dan melengkapi pola. Meskipun demikian, indikator menyebutkan bilangan sebelum angka tertentu masih menjadi tantangan bagi sebagian anak. Simpulan dari penelitian ini adalah media kincir angka efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan ketertarikan belajar anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan kontekstual