Heri Kuncoro Putro
Universitas Al Hikmah Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI GREEN FINANCING BANK SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PEMBIAYAAN UMKM RAMAH LINGKUNGAN (STUDI KASUS BSI CABANG BOJONEGORO-SUMBEREJO) Heri Kuncoro Putro
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Juni: Jurnal ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v4i2.2525

Abstract

Pemerintah dan otoritas telah mendorong pengembangan green financing, masih ada jarak yang signifikan antara potensi UMKM hijau dan kemampuan mereka untuk mendapatkan pembiayaan berkelanjutan dari lembaga keuangan terutama Perbankan Syariah. Hal ini bisa dilihat dari tingkat pertumbuhan perekonomian di sektor UMKM yang masih sangat lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis sejauh mana penerapan strategi green financing di Bank Syariah Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif, berfokus kepada makna, proses dan konteks bukan pada angka atau uji statistik. untuk menggambarkan secara sistimatis dan mendalam mengenai strategi, praktek dan kebijakan green financing Bank Syariah Indonesia dalam meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM yang ramah lingkungan. Hasil Penelitian pertama, strategi pengembangan portofolio diarahkan ke sektor yang sifatnya berkelanjutan, agribisnis berkelanjutan, energi terbarukan, pertanian organik. Kedua, strategi sosialisasi diberikan untuk pelaku UMKM atas manfaat dari green financing. Ketiga, meningkatkan realisasi pembiayaan nasabah berbasis islamic green financing. Keempat, kolaborasi dengan program Corporate Social Responsibility (CSR). Kelima, Analisa green financing memperhitungkan dokumen amdal dalam setiap pengajuan proyek. Keenam, optimalkan internet banking dan Byond by BSI sebagai sistem yang ramah lingkungan. Atas strategi tersebut terdapat 5 poin dampak positif, 4 poin hambatan dan 4 poin implikasi praktis bagi Bank Syariah Indonesia