Sugeng Harianto
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Social Stratification and Inequality of Access to Public Services in the Cities of Surabaya, Malang, and Sidoarjo: A Marxian and Weberian Conflictual Study Silvia Eka Nur Wulandari; Sugeng Harianto
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 6 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Augus
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i6.4800

Abstract

This study aims to explore in detail the structural mechanisms that reinforce inequality, focusing on the interaction between economic (class), social status (prestige) and power (authority) dimensions and analyzing how social stratification produces and reproduces inequality in access to public services in Surabaya City, Malang City and Sidoarjo Regency using a conflictual approach based on Marxian and Weberian theories. The study adopted a qualitative method with a multicluster case study design, combining in-depth interview techniques, participatory observation and documentation analysis. The research shows that inequality in access to education, health and public administration services is significantly influenced by unequal structures of social class, status and power. In the Marxian perspective, such inequality is a reflection of the dominance of the capitalist class in accessing and controlling public resources, while the Weberian approach reveals that social status and bureaucracy create systematic differentiation of opportunities. This study makes a theoretical contribution by synergizing two classic approaches in explaining the phenomenon of urban social inequality in Indonesia and filling the void in stratification studies that have tended to be descriptive. Practically, the results of this study recommend the need to reform the public service system based on the principles of distributive justice and equal access. The findings also imply that without substantial structural changes, inequality in public services will continue to reproduce the cycle of social injustice in urban spaces.
PRAKTIK STEREOTIP GENDER DALAM PEMILIHAN KETUA KELAS: STUDI PADA MAHASISWA BARU SOSIOLOGI UNESA Hesti Amelia Mawardani; Indri Nurul Kumalasari; Dewi Siti 'Aisah; Clarissa Ayu Fitri Ramadhani; Sugeng Harianto
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 5 No. 2 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v5i2.88277

Abstract

Stereotip gender dalam kepemimpinan masih menjadi isu yang relevan untuk dikaji di lingkungan akademik. Masalah penelitian dalam studi ini berfokus pada praktik stereotip gender dalam pemilihan ketua kelas di kalangan mahasiswa baru Sosiologi UNESA. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik stereotip gender dalam pemilihan ketua kelas pada mahasiswa baru Sosiologi UNESA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori praktik sosial Bourdieu dan fenomenologi Husserl, subjek dalam penelitian ini berfokus paưa mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan delapan informan karena peneliti data yang di dapatkan dirasa telah konsisten, observasi partisipatif di lima kelas, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara semi-terstruktur, lembar observasi terstruktur, dan panduan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan dominasi kepemimpinan laki-laki (80%) meskipun mahasiswa mayoritas perempuan (70%). Analisis mengungkap internalisasi habitus patriarkal melalui stereotip tentang ketidakmampuan perempuan dalam memimpin dan praktik diskriminatif dalam proses pemilihan. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya pengembangan program pendidikan kritis gender, reformasi sistem pemilihan kepemimpinan yang inklusif, dan penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa perempuan. Implikasi penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai bagaimana stereotip gender masih memengaruhi proses pemilihan pemimpin dalam lingkungan akademik, khususnya di kalangan mahasiswa baru Sosiologi.