Penelitian ini dilatar belakangi oleh masyarakat Binjai yang saat ini sudah jarang melaksanakan acara pantun bajawek dalam acara mananti tando, masyarakat kebanyakan hanya langsung menikah maka pantun bajawek dalam acara mananti tando ini akan hilang dengan sendirinya. Pantun bajawek dalam acara mananti tando di Binjai dilaksanakan oleh kaum ibu dan kaum bapak tidak diikutsertakan. Sesuai dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur Pantun Bajawek dalam Acara Mananti Tando di Binjai Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman, dan (2) nilai-nilai pendidikan di dalam Pantun Bajawek dalam Acara Mananti Tando di Binjai Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Entri penelitian ini adalah pantun bajawek dalam acara mananti tando. Penganalisisan data dilakukan dengan menstrankripsikan data hasil rekaman ke dalam bahasa tulis, dan menganalisisnya berdasarkan tujuan penelitian. Berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan hal-hal berikut. Struktur pantun bajawek dalam acara mananti tando di Binjai Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman, sama dengan pantun biasa, mempunyai sampiran dan isi dan terdiri atas empat baris, dan talibun yaitu enam baris, delapan baris dan sepuluh baris. Selain itu, pantun tersebut juga dibangun oleh struktur fisik dan batin. Nilai pendidikan yang terdapat di dalam pantun bajawek dalam acara mananti tando dapat dikelompokkan ke dalam tiga hal yaitu nilai pendidikan agama, nilai pendidikan moral dan, nilai pendidikan adat.