Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KOMORBID IBU SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI BULAK, PUSKESMAS KENJERAN, KOTA SURABAYA Alyaa Shafira Bhakti Putri; Musa Ghufron; Gina Noor Djalilah; Uning Marlina
Proceeding Series Universitas Muhammadiyah Surabaya Vol 1 No 2 (2022): Proceeding Series
Publisher : P3I Universitas muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v1i2.18433

Abstract

Kehamilan adalah masa terjadinya perubahan fisiologis dan kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan cenderung meningkat untuk menjaga metabolisme dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin. Begitu juga dengan kondisi kesehatan ibu seperti penyakit penyerta atau komorbid yang dialami oleh ibu selama kehamilan. Hal tersebut dapat menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi bayi atau janin nantinya bisa berkembang baik atau memiliki resiko stunting. Stunting adalah kejadian pada balita yang memiliki perawakan pendek akibat kurangnya asupan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara status gizi dan komorbid ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting balita di Bulak, Puskesmas Kenjeran, Kota Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan jenis studi cross sectional. Terdapat sebanyak 30 sample diperoleh dengan menggunakan total sampling dengan memberikan kuesioner mengenai riwayat penyakit penyerta serta faktor-faktor yang ada pada ibu selama kehamilan serta mengecek penambahan berat badan selama kehamilan di buku KIA ibu dan mencocokannya dengan grafik di buku KIA. Melalui uji multivariat yang menentukan hubungan antara status gizi dan komorbid ibu dengan kejadian stunting anak, tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan dengan nilai P = 0,3 (>0,05) antara status gizi ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting balita, dan nilai P = 0,4 (>0,05) antara status komorbid ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting balita.Tidak adanya hubungan antara status gizi ibu dan komorbid selama kehamilan dengan kejadian stunting balita di Bulak, Puskesmas Kenjeran, Kota Surabaya.Kata Kunci: Status Gizi Ibu, Komorbid Ibu, Kehamilan, Balita, Stunting.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN PNEUMONIA DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI RS SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAH SEPANJANG TAHUN 2019-2020 Lia Lisa Arista; Yudith Annisa A. R.; Gina Noor Djalilah; Edim Hartati
Proceeding Series Universitas Muhammadiyah Surabaya Vol 1 No 2 (2022): Proceeding Series
Publisher : P3I Universitas muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v1i2.18434

Abstract

Background/aim: Globally, pneumonia is the leading cause of morbidity and mortality in children younger than five years old. Several studies reveal that age, gender, vaccination status, and nutritional status are associated with severity and mortality in children with pneumonia, so further research is needed. This study aims to determine the characteristic of pneumonia such as age, gender, vaccination status, and nutritional status with the severity of pneumonia among children below five years old at Siti Khodijah Muhammadiyah Hospital. Material and Methods : A retrospective cross-sectional study using medical record data among children below five years old who were treated with a final diagnosis of pneumonia/bronchopneumonia at Siti Khodijah Muhammadiyah Hospital during January 2019 to December 2020 were obtained. The data were analyzed by Chi-square test and multivariate analyzed was performed including variables that were significant at p<0,05 in bivariate analyzed. Result : The characteristic related to the severity of pneumonia among children below five years old are age (P= 0.042) and nutritional status (P = 0.015). Children under five with underweight are 4,700 times more likely to have severe pneumonia than those with overweight. Children aged 1-12 months are at risk for severe pneumonia 3.239 times greater than those aged 36-60 months. This study concluded that younger age and underweight were risk factors for severe pneumonia. Originality/ Value/ Implication : Thepaper provides a new interpretation of existing sources on the characteristics of pneumoniapatients and offers new insights into the topic area by emphasizing its relationship with severity of pneumonia.Keywords: pneumonia, characteristic features, severity, pediatric
HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS KENJERAN SURABAYA Gina Noor Djalilah; Sulistiana Sulistiana; Musa Ghufron; Rewina Intan Asmarani
Proceeding Series Universitas Muhammadiyah Surabaya Vol 1 No 2 (2022): Proceeding Series
Publisher : P3I Universitas muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v1i2.18447

Abstract

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi stunting yang tinggi. Intervensi penanganan stunting harus dimulai semenjak janin dalam kandungan hingga anak berumur dua tahun. Pemeriksaan antropometri dilakukan sebagai upaya untuk menetukan status gizi anak balita Indonesia dengan mengukur berat badan dan panjang badan. Mengetahui hubungan status gizi anak balita dengan kejadian stunting di Puskesmas Kenjeran Surabaya. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik observasional desain cross-sectional. Sebanyak 92 sampel diperoleh menggunakan total sampling dengan melakukan pemeriksaan antropometri selanjutnya dianalisis menggunakan kurva WHO yang memenuhi kriteria inkulsi dan eksklusi kemudian menggunakan uji korelasi Spearman. Dari 92 subjek, Interpretasi status gizi anak balita dengan gizi baik (80,4%) gizi kurang (6,5%) gizi buruk (4.3%) dan gizi lebih (4,3%) risiko gizi lebih (3,3%) sedangkan obesitas (1.1%). Interpretasi Stunting adalah normal (70,7%) pendek (stunted) (17,4%) sedangkan sangat pendek (severely stunted) (8,7%) dan tinggi (3,3%). Hasil analisis uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan status gizi anak balita dengan kejadian stunting dengan tingkat signifikansi 0.005 <alpha (0.05). Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan status gizi anak balita dengan kejadian stunting.Kata Kunci : Status gizi, balita,stunting
HUBUNGAN NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) TERHADAP INFEKSI DENGUE ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP ANAK RSUD RA BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO Gina Noor Djalilah; Afiq Pradipa Diwangkara; Nabil Salim Ambar; Edim Hartanti
Proceeding Series Universitas Muhammadiyah Surabaya Vol 1 No 2 (2022): Proceeding Series
Publisher : P3I Universitas muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v1i2.18455

Abstract

Pendahuluan : Infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk Aedes. Infeksi dengue bisa ditegakkan dengan menggunakan NS1 dan serologi IgG dan IgM anti dengue bagi fasilitas kesehatan yang menyediakan. Namun, bisa digantikan dengan pemeriksaan darah lengkap seperti trombosit, hematokrit, leukosit. Hasil NLR juga dapat digunakan sebagai pendukung diagnosis pada infeksi dengue. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien dan hubungan nilai NLR pada pasien anak dengan simtomatik infeksi virus dengue  di Instalasi Rawat Inap RSUD RA Basoeni Mojokerto Metode: desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan metode cross sectional dan menggunakan teknik total sampling, yaitu mengambil seluruh data rekam medis pasien anak infeksi dengue di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto periode Januari 2019 – Desember 2020. Penelitian diuji dengan Independent T-test. Hasil: penelitian ini didapatkan sampel berjumlah 80 pasien. Usia terbanyak adalah 1-5 tahun, jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan, status gizi baik. Trombositopenia DD terbanyak < 150.000 dan DBD <100.000. HCT pada DD normal dan DBD terdapat peningkatan >20%. Nilai NLR pada DD dan DBD terbanyak 0,55 – 1,75. Hasil uji Independen T-test adalah 0,141 (p>0,05). Simpulan: Didapatkan tidak ada hubungan antara nilai NLR terhadap infeksi dengue pada anak di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto.Kata kunci: Infeksi dengue, NLRÂ