Tingkat kematian akibat penyakit jantung koroner di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Salah satu penyebab utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ini adalah keterlambatan dalam mendeteksi penyakit sejak tahap awal. Banyak individu baru menyadari bahwa mereka menderita penyakit jantung koroner ketika kondisinya sudah berada pada tahap lanjut atau bahkan saat mengalami serangan jantung mendadak. Kondisi ini menandakan pentingnya upaya preventif melalui skrining kesehatan yang menyeluruh. Dengan melakukan skrining secara rutin, faktor-faktor risiko dapat ditemukan lebih dini, sehingga langkah pencegahan dan penatalaksanaan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius serta menurunkan angka kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan utama untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung koroner pada kelompok masyarakat yang tergolong berisiko tinggi. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Skrining ini diikuti oleh 30 orang masyarakat Desa Keliling Benteng Ulu dan dilaksanakan di Sekolah Madrasah Izharussalam Desa Keliling Benteng Ulu. Selama kegiatan, peserta juga diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Hasil skrining menunjukkan bahwa rata-rata gula darah peserta adalah 134 mg/dL, tekanan darah 130/80 mmHg, dan kolesterol 190 mg/dL. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor risiko yang perlu mendapatkan tindak lanjut. Kesimpulannya, kegiatan skrining berhasil mendeteksi faktor risiko penyakit jantung koroner secara dini, sehingga tujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mencegah komplikasi dapat tercapai.