Annisa Nur Ardiani
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Integrasi Program Makan Bergizi Gratis dengan Sistem Ketahanan Pangan untuk Mengatasi Masalah Stunting dan Malnutrisi Ira Agustin; Evi Damayanti; Annisa Nur Ardiani; Hilwa Azkiya Hasibuan; Vazira Nurul Assyfa; Romiza Arika
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e7m7w709

Abstract

Masalah stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Upaya pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama pada anak usia sekolah dan kelompok rentan. Namun, efektivitas program ini sangat ditentukan oleh kemampuan integrasinya dengan sistem ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Tujuan untuk merumuskan strategi integritas antara program MBG dan sistem ketahanan pangan guna mempercepat penurunan prevalensi stunting dan malnutrisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif‐interpretatif dengan desain studi kasus multipel (multiple case study). Hasil menunjukkan bahwa integritas program dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan petani lokal, optimalisasi distribusi pangan bergizi, dan pemanfaatan teknologi pangan berkelanjutan. Selain itu, kebijakan yang mendukung produksi dan konsumsi pangan lokal bergizi terbukti dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Temuan ini juga menegaskan bahwa intervensi gizi melalui MBG perlu berjalan beriringan dengan perbaikan sistem pangan dari hulu ke hilir, termasuk peningkatan infrastruktur, edukasi gizi, dan pengawasan keamanan pangan, sehingga program tidak hanya menutup kesenjangan kebutuhan asupan harian tetapi juga mampu menciptakan perubahan jangka panjang bagi kesehatan anak dan ketahanan pangan daerah.