Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Studi Kasus: Desa Tarumajaya RW 07 RT 02, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Aditya Zhafari Nur Itmam; Kartika Sari; Aldy Permana Ramdhani; Aliftiyah Aura Rosyda; Damiyana Permatasari; Dinda Amalia Nurjanah; Mochammad Faizal Alfarizky; Nilam Wulansari; Risma Nur Arifah; Sayyidah Fatimah Azzahra; Sahnaz Ramadhani; Sinta Sukmawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i3.8353

Abstract

The Community Service Program (KKN) in Tarumajaya Village, Kertasari District, focused on the use of Family Medicinal Plants (TOGA) as an effort to improve community health independence. Limited access to formal health facilities is the background to the importance of introducing Family Medicinal Plants (TOGA) as an alternative natural treatment. The goal of this program is to increase community knowledge and skills in cultivating and utilizing Family Medicinal Plants (TOGA) for daily health needs. The methods used are education on the benefits and processing of medicinal plants, as well as direct planting practices in the community environment. This activity was attended by 25 residents and succeeded in planting 5 types of plants and 85 polybags consisting of red ginger (Zingiber officinale L.), fig tree (Ficus carica L.), moringa (Moringa oleifera L.), cat's whiskers (Orthosiphon aristatus L.), and aloe vera (Aloe vera L.). The results showed very good community participation and increased understanding, evidenced by the start of independent planting of Family Medicinal Plants (TOGA) in their respective yards. This program has succeeded in increasing public awareness that Family Medicinal Plants (TOGA) are not only useful as a "living pharmacy" for family health care, but also have the potential to improve ecology and develop the local economy in Tarumajaya Village.
ANALISIS YURIDIS PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK Adhit Rifki Hudaya Nuryadin; Aliffa Nabila; Aliftiyah Aura Rosyda; Ajeng Ulfa Mustika
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di apotek merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menjamin keselamatan pasien serta penggunaan obat yang rasional. Peran apoteker sebagai tenaga kesehatan profesional telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Regulasi tersebut menegaskan kewenangan dan tanggung jawab apoteker dalam pengelolaan sediaan farmasi serta pemberian pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien. Meskipun kerangka hukum telah tersedia secara normatif, dalam praktik masih ditemukan ketidaksesuaian dalam implementasi peran apoteker di apotek, khususnya dalam pelayanan profesional seperti konseling obat, pemantauan terapi, dan edukasi pasien. Kondisi ini berpotensi menurunkan mutu pelayanan kefarmasian serta menimbulkan risiko terhadap keselamatan pasien.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pengaturan serta implementasi peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di apotek. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran apoteker telah memiliki dasar hukum yang kuat, namun tantangan utama terletak pada aspek implementasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Oleh karena itu, penguatan pemahaman hukum, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi peran apoteker diperlukan untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian, meningkatkan perlindungan hukum bagi pasien, dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berorientasi pada pasien.