Pekerjaan pramusaji menuntut posisi berdiri dalam waktu lama yang memicu kelelahan pada saraf otot tungkai bawah bagian belakang yang krusial untuk menjaga kestabilan tubuh. Studi ini ditujukan untuk mengidentifikasi kaitan antara kelelahan saraf otot tungkai bawah dengan gangguan keseimbangan bergerak, serta mengamati peran rutinitas aktivitas fisik harian pada pekerja pramusaji. Pendekatan analitik observasional dengan rancangan potong lintang diterapkan pada penelitian ini, yang melibatkan tujuh puluh pekerja pramusaji terpilih melalui teknik pengambilan sampel menyeluruh. Data diperoleh dari pengukuran kelelahan saraf otot secara langsung, uji capaian keseimbangan bergerak, dan pengisian kuesioner kebiasaan gerak fisik. Analisis data membuktikan bahwa kelelahan saraf otot tungkai bawah memiliki hubungan yang sangat kuat dan bermakna dengan gangguan keseimbangan bergerak, di mana semua pekerja berstatus kelelahan tinggi pasti mengalami masalah keseimbangan. Ditemukan pula hubungan berbanding terbalik yang nyata antara kebiasaan gerak fisik dengan gangguan keseimbangan, yang mengindikasikan bahwa gaya hidup aktif menurunkan risiko tersebut. Secara statistik, tingkat aktivitas fisik tidak berfungsi sebagai variabel pengubah murni, melainkan sebagai faktor pelindung mandiri yang secara mutlak menekan risiko gangguan keseimbangan akibat kelelahan. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa kelelahan saraf otot secara langsung menyebabkan hilangnya keseimbangan pada pekerja pramusaji yang berdiri lama, dan tingginya rutinitas aktivitas fisik harian terbukti efektif mencegah serta menekan dampak buruk dari kondisi tersebut.