Pasar modal syariah menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Meskipun market share keuangan syariah secara umum masih relatif kecil, penelitian ini ingin menganalisis pengaruh instrumen pasar modal syariah, meliputi saham syariah, reksadana syariah, dan sukuk, terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2016 hingga 2023. Data diambil per triwulan sehingga didapat sebanyak 32 sampel data. Analisis ini menggunakan regresi linear berganda dibantu perangkat lunak Eviews 12 dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel reksadana syariah dan sukuk memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sementara variabel saham syariah tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. The Islamic capital market has shown an upward trend year by year. Although the overall market share of Islamic finance remains relatively small, this study aims to analyze the impact of Islamic capital market instruments—including Islamic stocks, Islamic mutual funds, and sukuk—on economic growth in Indonesia. The research employs a quantitative method using secondary data sourced from the Financial Services Authority (OJK) and the Central Bureau of Statistics (BPS) covering the period from 2016 to 2023. Data were collected on a quarterly basis, resulting in a total of 32 data samples. The analysis utilizes multiple linear regression, processed with the assistance of Eviews 12 software. The findings reveal that Islamic mutual funds and sukuk have a significant influence on Indonesia’s economic growth, whereas Islamic stocks do not show a statistically significant effect. However, when considered simultaneously, all three variables collectively contribute significantly to economic growth.