Akuntansi sering dianggap permulaannya dilakukan secara sistematis di Eropa. akan tetapi sebenarnya jauh sebelum Abad ke 19 Islam telah memulai akuntansi secara sistematis Akuntanbel dan transparan sejak Abad ke 8 atau masa bani Umayyah bahkan sebelum itu. Artikel ini bersifat membandingkan Akuntansi yang dipergunakan pada zaman Bani Umayyah dan Eropa abad ke 8 dengan latar belakang kekuasaan dan akuntansi yang dipergunakan saat itu, sehingga di ketahui system akuntansi apa yang digunakan pada saat itu dan sejauh mana aplikasi Akuntansi di wilayah tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan melakukan studi kepustakaan. Penyajian dan pengelolaan data dilakukan dengan metode deskriptif- analitis, dengan demikian tulisan ini berusaha menyajikan permasalahan sesuai realitanya kemudian analisa dilakukan mendalam terhadap data dan fakta-fakta yang bersifat kepustakaan sehingga didapat penjelasan tentang Akuntansi zaman bani umayyah dan akuntansi pada zaman eropa bad ke 8 dengan segala kriterianya. Praktik akuntansi di masa Bani Umayyah dan Eropa abad ke-8 tumbuh dari kebutuhan lokal, pengaruh budaya, dan institusi yang berperan sentral. Bani Umayyah memiliki sistem akuntansi terpusat, rapi, serta mengutamakan transparansi dan keadilan sosial. Eropa, di sisi lain, masih dalam tahap awal pencatatan keuangan, difokuskan untuk kepentingan gereja dan kelompok elit, dengan administrasi yang belum terkoordinasi secara luas. Penelitian ini menegaskan bahwa pencatatan keuangan modern berakar pada tradisi masa lampau. Pemahaman sejarah ini membuka wawasan baru tentang bagaimana tata kelola keuangan berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sepanjang zaman.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta kesimpulan, maka beberapa saran yang dapat disampaikan penelitian yaitu dengan memperluas lingkup sampel dan lingkup obyek yang diperluas untuk penelitian selanjutnya.