Mendisa Kafutra
Kantor Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Rita Sofiani, S.H, M.Kn, Kabupaten Solok, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBATASAN KETURUNAN LEWAT VASEKTOMI DALAM KEBIJAKAN BANTUAN SOSIAL (Analisis Maqashid Syariah Terhadap Program Dedi Mulyadi) Mendisa Kafutra
Al Muhkam: Journal of Islamic Law and Jurisprudence Vol. 1 No. 1 (2025): Al Muhkam: Journal of Islamic Law and Jurisprudence
Publisher : KIPS Institute Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap kepala daerah memiliki kebijakannya masing-masing, Dedi Mulyadi membuat kebijakan bagi penerima program bantuan sosial (bansos) diharuskan untuk mengikuti vasektomi, kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan Dedi Mulyadi yang mengharuskan penerima bantuan sosial untuk mengikuti vasektomi, kaitannya dengan maqashid syariah, hifzul nasl menjaga keturunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka sebagai teknik utama dalam pengumpulan data. Sumber data utama yang digunakan adalah literatur khususnya yang berkaitan dengan penelitian penulis. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri buku-buku, artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Dedi Mulyadi tidak dibenarkan dalam Islam, karena vasektomi salah satu alat kontradiksi yang dilarang, menghentikan alat reproduksi pria secara permanen dan menimbulkan terhentinya keturunan dalam sebuah keluarga. Dalam kajian maqashid syariah kebijakan ini bertentangan dengan hifzul-nasl, pemutusan keturunan secara permanen dilarang kecuali dalam darurat medis. Pemberlakuan vasektomi sebagai jalan mengatasi kemiskinan hanya termasuk pada tingkatan hajiyyah.