Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE PENGERINGAN BUSA (FOAM MAT DRYING) PADA PROSES PEMBUATAN SERBUK AMPAS TOMAT BEEF Yusri Yayu Ihsani; Asri Widyasanti; Nor Nadiah Abdul Karim Shah
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.290

Abstract

Tomat beef merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami kerusakan dan memiliki daya simpan yang pendek karena mengandung kadar air yang tinggi. Seiring dengan produktivitas dan kebutuhan yang semakin meningkat, tomat beef banyak dijadikan sebagai bahan dalam berbagai macam olahan. Salah satu limbah yang dihasilkan dari pengolahan tomat beef adalah bagian ampas yang pemanfaatannya masih tergolong minim. Pembuatan serbuk ampas tomat merupakan salah satu alternatif yang dapat memperpanjang daya simpan juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai macam olahan produk pangan maupun non pangan. Penerapan pengeringan busa (foam mat drying) dapat dilakukan untuk memangkas sebagian besar air yang terkandung dalam bahan. Metode pengeringan busa ini melibatkan maltodekstrin sebagai zat pengisi dan busa putih telur sebagai zat pengembang. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan serbuk ampas tomat yang memiliki kualitas paling baik dari beberapa variasi perlakuan yang diterapkan. Parameter yang diamati meliputi kadar air dan rendemen menggunakan metode pengamatan eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan diantaranya konsentrasi maltodekstrin sebanyak 10, 15, dan 20%; temperatur pengeringan pada 55, 60, dan 65°C; serta waktu pengeringan selama 3, 4, dan 5 jam. Pengeringan ampas tomat dengan penambahan putih telur (tanpa maltodekstrin) dilakukan pula sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan penambahan maltodekstrin 20% dengan temperatur pengeringan 60°C selama 4 jam menghasilkan serbuk ampas tomat yang terbaik dari seluruh perlakuan, yaitu dengan kadar air sebesar 3,49 ± 0,046% (bb) dan rendemen sebesar 21,15%.
PEMBUATAN BUBUK JUS TOMAT BEEF DENGAN METODE FOAM MAT DRYING Tirta Adipratama; Asri Widyasanti; Nor Nadiah Abdul Karim Shah
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.293

Abstract

Tomat merupakan produk hortikultura yang mudah rusak. Tingginya kadar air dari tomat juga, yaitu sekitar 93 - 95%, menyebabkan tomat menjadi mudah rusak. Pengeringan tomat menjadi bentuk bubuk merupakan metode pengawetan yang paling umum. Pada saat ini, banyak metode pengeringan yang digunakan dalam membuat bubuk buah, salah satunya adalah foam mat drying. Pengeringan busa (foam mat drying) merupakan metode pengeringan dengan cara membuat bahan pangan menjadi busa terlebih dahulu dengan cara memberikan zat pembuih. Metode pengeringan busa (foam mat drying) merupakan salah satu metode pengeringan dengan teknologi yang lebih sederhana dan biaya yang lebih murah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk memperoleh suhu pengeringan dan konsentrasi maltodekstrin untuk menghasilkan bubuk tomat dengan mutu yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Jus tomat yang telah dipisahkan dari biji dan ampas tomat kemudian dikocok dengan maltodekstrin sebanyak 15%, 20%, dan 25% (b/b) menggunakan mixer selama 2 menit. Hasil pencampuran tersebut kemudian dicampurkan dan dikocok dengan busa putih telur sebanyak 5% (b/b) menggunakan mixer selama 10 menit. Larutan yang dihasilkan kemudian dikeringkan menggunakan food dehydrator pada suhu 55, 60, dan 65 °C selama 2 jam. Pada penelitian ini, hasil terbaik terdapat pada perlakuan suhu pengeringan 65 °C dan konsentrasi maltodekstrin 25% (b/b) dengan kadar air sebesar 4,33% (bb) dan rendemen sebesar 11,01%.