Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK: PENDEKATAN 3R DAN KEBIJAKAN BERKELANJUTAN Adnan Aulia Mutaqien; Devita Anggraini; Shaffa Bryna; Fahmi Mufadhol; Ikhsan Solihin; Amien Arif; Muhammad Fakhri Rizq; Muhammad Fanhash Afif Alwin; Ilal Izha Mahendra; Hery Basari
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 4 (2025): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol4.2025.323

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang ada di dunia, indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun, peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun juga menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah anorganik di destinasi wisata. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, merusak daya tarik wisata, dan berdampak negatif pada ekosistem serta pengalaman wisatawan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan guna menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sektor pariwisata dalam upaya pengelolaan sampah anorganik di destinasi wisata Indonesia serta mengevaluasi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pariwisata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada beberapa destinasi wisata utama. Data diperoleh dari analisis laporan pemerintah, organisasi lingkungan, serta kajian literatur terkait. Salah satu pendekatan yang diterapkan dalam pengelolaan sampah adalah konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yang berfokus pada pengurangan sampah, pemanfaatan kembali, dan daur ulang guna mengurangi beban pembuangan akhir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata dan mendorong implementasi sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata, solusi inovatif dan berkelanjutan dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan. Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.