Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN MELALUI MEDIA INSTAGRAM (STUDI KASUS PEMASARAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN TOOLS ISLAMIC PRODUCTIVITY PADA AKUN INSTAGRAM @MASPUTRA.IP) Anjani Rianti Darmawan; Arry Rahayunianto; Fatimah Bilqis
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 4 (2025): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol4.2025.368

Abstract

Mas Putra (@masputra.ip) adalah seorang content creator, trainer, dan founder dari brand NAFS (@nafs,isd). Ia membangun dan memanfaatkan personal branding yang dimiliki dalam menyebarkan Islamic Productivity melalui media sosial pribadinya, khususnya Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana strategi komunikasi pemasaran Islamic Productivity (brand NAFS) oleh Mas Putra melalui akun Instagram @masputra.ip beserta faktor-faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi pemasaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teori atau konsep Bauran Pemasaran (4P) dan Komunikasi Pemasaran Terpadu atau Integrated Marketing Communication (IMC). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, khususnya terhadap akun Instagram @masputra.ip, melakukan wawancara penelitian melalui komunikasi daring sinkron kepada beberapa informan (founder, pengelola/konsultan, dan konsumen NAFS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Mas Putra sudah efektif dan media utama yang Mas Putra gunakan dalam strategi komunikasi pemasaran ini adalah Instagram dengan metode utama Cold-Warm-Hot.
STRATEGI KOMUNIKASI RRI DALAM MENINGKATKAN PEMANFAATAN APLIKASI RRI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK Laila Nazifa Mulyani; Arry Rahayunianto; Fatimah Bilqis
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.519

Abstract

Digitalisasi penyiaran juga membawa perubahan dalam pola hubungan antara lembaga dan publik. Jika sebelumnya komunikasi radio bersifat satu arah, maka dalam ekosistem digital komunikasi menjadi lebih partisipatif dan interaktif. Audiens tidak lagi hanya sebagai penerima pesan, tetapi juga sebagai pihak yang dapat memberikan umpan balik dan berinteraksi secara langsung. Salah satunya Radio Republik Indonesia (RRI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan dalam meningkatkan pemanfaatan Aplikasi RRI Digital sebagai media penyebaran informasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI menerapkan strategi komunikasi berbasis pemanfaatan media sosial. Proses perencanaan dilakukan melalui analisis data pengguna dan segmentasi audiens, sementara pelaksanaan strategi didukung oleh promosi multiplatform, kerja sama dengan berbagai lembaga, serta integrasi fitur interaktif dalam aplikasi. Evaluasi dilakukan secara rutin melalui monitoring data analitik untuk mengukur jumlah pengguna, tingkat streaming, dan interaksi audiens. Strategi komunikasi RRI dalam meningkatkan pemanfaatan Aplikasi RRI Digital telah menunjukan adaptasi terhadap perkembangan media digital, meskipun masih memerlukan optimalisasi pada aspek promosi dan perluasan jangkauan audiens.
Re-presenting Disability in Cinema: A Semiotic Study of Srikanth Based on John Fiske’s Framework Fatimah Bilqis; Eko Hari Saksono
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v4i3.5461

Abstract

This study aims to examine the representation of disability in the film Srikanth through John Fiske's semiotic approach. Using a qualitative method and media text analysis technique, the study explores the three levels of semiotic codes developed by Fiske: the codes of reality, representation, and ideology. The analysis reveals that Srikanth presents the narrative of a visually impaired individual not merely as an object of pity, but as a subject with agency, resilience, and a strategic role in society. At the level of reality codes, the character Srikanth is represented through body language, facial expressions, and dialogues that emphasize independence. The representation codes highlight how cinematography, props, and characters are constructed to build a positive image of disability. Meanwhile, the ideological codes convey values of inclusivity and the recognition of the rights of people with disabilities. This study affirms that Srikanth serves as a significant example in shifting the paradigm of disability representation in mainstream media, from stereotypical portrayals to more humanizing and empowering narratives.