Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK MENJADI PRODUK KREATIF Vregat Febriansyah D; Ahmad Baihaqie Matondang; Wendy Muhamad Adhar; Qonitat Titis Ardiyani; Nadhilah Shabrina; Adam Haidar Adji Priangga; Syarifah Nurmasyithah; Nadila Aulia Zahra; Yogi Sugiat; Adam
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 4 (2025): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol4.2025.436

Abstract

Masalah sampah anorganik di Indonesia telah mencapai tahap mengkhawatirkan seiring peningkatan volume sampah dan terbatasnya kapasitas pengelolaan. Salah satu solusi berkelanjutan yang diusulkan adalah mengolah sampah anorganik menjadi produk kreatif. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur (2015-2025) mengenai potensi pemanfaatan sampah anorganik menjadi berbagai produk inovatif di Indonesia. Metode yang digunakan berupa narrative review dengan menelusuri studi empiris, laporan, dan inisiatif lokal terkait daur ulang dan upcycling sampah anorganik. Hasil kajian dikelompokkan secara tematik meliputi: metode pengolahan sampah anorganik, inovasi produk yang dihasilkan, tantangan dan peluang pengembangannya, serta studi kasus inisiatif lokal. Literatur menunjukkan bahwa beragam teknik pengolahan – mulai dari daur ulang konvensional hingga upcycling kreatif – telah berhasil mengubah limbah plastik, kaca, logam, dan bahan anorganik lainnya menjadi produk seperti kerajinan tangan, furnitur, mode, hingga material bangunan. Inovasi produk kreatif dari limbah turut didukung oleh kolaborasi komunitas, wirausaha sosial, dan pemanfaatan teknologi. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan teknologi, hambatan pasar, dan minimnya kesadaran, namun peluang ekonomi sirkular dan dukungan kebijakan membuka ruang pengembangan lebih lanjut. Kesimpulannya, pengolahan sampah anorganik menjadi produk kreatif di Indonesia berpotensi memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat. Diperlukan dukungan terpadu lintas sektor, peningkatan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat agar inisiatif ini dapat berkembang berkelanjutan.