Judul skripsi ini adalah “Peran Partai Politik Kabupaten Agam dalam Pendidikan Politik bagi Perempuan Ditinjau dari Perspektif Siyasah Dusturiyah (Studi pada Partai PKS, Partai Gerindra, Partai Nasdem)”. Skripsi ini disusun oleh Sucirahmadani, NIM. 1320007, Program Studi Hukum Tatanegara, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 1445 H / 2024 M. Skripsi ini membahas tentang bagaimana peran partai politik di Kabupaten Agam dalam memberikan pendidikan politik bagi perempuan agar perempuan dapat berpartisipasi secara aktif di dunia politik. Kenyataannya perempuan–perempuan khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Agam masih banyak yang kurang kesadarannya mengenai pentingnya mengenal politik dan sistem politik. Dan masih banyak perempuan yang ikut caleg yang didaftarkan oleh partai hanya untuk memenuhi kuota perempuan saja atau bisa disebut kader instan. Partai politik mempunyai tanggung jawab dan peran dalam memberikan pendidikan politik. Maka dari itu perlu diketahui apakah partai politik telah melaksanakan tanggung jawab dan perannya secara optimal dalam memberikan pendidikan politik perempuan, serta apa pandangan Siyasah Dusturiyah tentang partai politik terhadap pendidikan politik perempuan dan keterlibatan perempuan dalam politik. Penelitian ini menggunakan studi lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang berarti penulis mengumpulkan data lapangan di Kabupaten Agam. Pengumpulan data melalui pengamatan dan catatan tentang keadaan subjek. Peneliti melakukan wawancara secara langsung ke Kantor DPC PKS, Gerindra, dan Nasdem di Kabupaten Agam dan wawancara langsung kebeberapa masyarakat. Penelitian yang dilakukan penulis adalah mulai dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah partai politik bertanggung jawab dan berperan dalam pemberian pendidikan politik perempuan, hal ini juga telah diatur di dalam UU No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. PKS, Gerindra, dan Nasdem adalah tiga diantara partai besar yang ada di Indonesia. Ketiga partai ini rutin dan giat dalam menjalankan perannya sebagai partai politik yaitu pemberian pendidikan politik perempuan dengan berbagai macam strateginya. Akan tetapi, pemberian pendidikan politik perempuan ini belum terlaksana secara optimal yang disebabkan oleh beberapa faktor penghambat baik itu secara internal maupun eksternal. Dilihat dari perspektif Siyasah Dusturiyah, peran partai politik dalam memberikan pendidikan politik perempuan dan meningkatkan partisipasi politik perempuan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dan nilai – nilai Islam, karena dalam praktiknya, partai PKS, partai Gerindra, dan partai Nasdem telah melaksanakan kewajiban – kewajibanya sebagai partai politik, yang mana dengan melakukan musyawarah untuk kemaslahatan umat yang mana dalam agama Islam diperbolehkan agar tidak terjadi kemudharatan.