Hadarah Rajab
Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SMAN 2 TANJUNG PANDAN Apritania Syaifutri; Hadarah Rajab; Indah Kusuma Dewi
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis siswa, prestasi akademik, serta iklim belajar yang kondusif. Meskipun Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti telah diajarkan di sekolah sebagai instrumen pembentukan karakter, kasus bullying masih sering terjadi, termasuk di SMAN 2 Tanjungpandan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi optimalisasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti dalam mengatasi perilaku bullying di SMAN 2 Tanjungpandan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana realisasi dari strategi tersebut di lingkungan sekolah. Selanjutnya, penelitian ini mendeskripsikan dampak optimalisasi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam mengatasi perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Jenis penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Sumber data dalam penelitan ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam mengatasi bullying di SMAN 2 Tanjungpandan dilakukan melalui pendekatan tematik integratif, pembiasaan nilai Islami, serta keteladanan guru. Strategi ini direalisasikan dengan pembelajaran yang terstruktur dan kolaboratif, penggunaan metode interaktif seperti diskusi dan simulasi, serta penciptaan lingkungan yang mendukung refleksi dan diskusi. Dampaknya terlihat dalam peningkatan kesadaran siswa terhadap perilaku bullying, perubahan sikap menjadi lebih empati, serta terbentuknya lingkungan kelas yang lebih kondusif dan harmonis. Siswa menunjukkan perubahan dalam cara berinteraksi dan lebih berhati-hati dalam ucapan serta tindakan, mencerminkan internalisasi nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.