Zaedan Mutaqin
Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sapaan Bahasa Jawa dalam Film “Yowis Ben 3” Karya Bayu Skak dan Fajar Nugros (Kajian Sosiolinguistik) Zaedan Mutaqin
Didaktika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Didaktika : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkup masyarakat yang heterogen menghasilkan begitu banyak variasi bahasa, salah satunya sapaan. Kata sapaan menjadi variasi bahasa yang mempunyai frekuensi paling sering digunakan dan penting diperhatikan karena menentukan keberlanjutan interaksi. Kesesuaian sapaan yang digunakan akan berpengaruh pada respon mitra tutur, oleh karena itu penggunaan sapaan perlu memperhatikan beberapa aspek. Di antaranya adalah aspek lingual, yang meliputi pemilihan bentuk fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantik. Selain itu pemilihan sapaan menggambarkan perbedaan variabel sosial, dengan memperhatikan bagaimana penutur  memilih suatu bentuk sapaan. Penelitian ini dikaji menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dianalisis dengan pendekatan sosiolinguistik dalam kajian tingkat tutur teori Soepomo Pudjosoedarmo. Adapun data penelitian bersumber dari film Yowis Ben seri ke-3 karya Bayu Skak dan Fajar Nugros yang berlatar di Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian ini ditemukan 53 data yang menunjukkan bahwa jenis sapaan di deskripsikan berdasarkan 1) ciri fonologis berupa penambahan bunyi hamzah, penambahan bunyi “h”, dan pengurangan suku kata, 2) ciri morfologis sesuai tingkatan tutur, dan reduplikasi morfem, kata atau frasa, 3) ciri sintaksis dibedakan menjadi bentuk sapaan di awal dan di akhir klausa inti, dan 4) ciri semantis yang dipengaruhi oleh berbagai variabel sosial seperti usai, jenis kelamin, status sosial, dan perbedaannya berdasarkan teori SPEAKING (Setting, Participants, Ends, Act, Key, Instrumentalies, Norms, and Genre) oleh Dell Hymes. Fungsi sapaan yang dituturkan dalam proses interaksi sosial digunakan sebagai penanda keakraban, hubungan kekerabatan, menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang, dan fungi penegasan atau penekanan kepada mitra tutur.