This study focuses on the analysis of the theology of unity, obedience, and love in John 15:1-17, which uses the metaphor of the true vine to describe the relationship between Christ and believers. The background of this research is the need to understand the integration of these three elements in the life of the church and individual Christians. The purpose of this research is to explore in greater depth the meaning of the theology of unity, obedience, and love, and their relevance in the context of contemporary Christianity. The research method used is a literature review with a systematic theological approach and biblical exegesis. The results of the study show that unity with Christ as the true vine, obedience to His commandments, and self-sacrificial love are foundational and interconnected in the life of believers. The discussion emphasizes the importance of maintaining a relationship with Christ to produce abundant spiritual fruit in the life of the church and society. Penelitian ini berfokus pada analisis teologi kesatuan, ketaatan, dan kasih dalam Yohanes 15:1-17, yang menggunakan metafora pokok anggur sejati untuk menggambarkan hubungan Kristus dan orang percaya. Latar belakang masalah penelitian ini adalah kebutuhan untuk memahami integrasi ketiga elemen tersebut dalam kehidupan gereja dan individu Kristen. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali lebih dalam makna teologi kesatuan, ketaatan, dan kasih, serta relevansinya dalam konteks kekristenan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan teologi sistematis dan eksegesis Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesatuan dengan Kristus sebagai pokok anggur, ketaatan kepada perintah-Nya, dan kasih yang mengorbankan diri merupakan fondasi yang saling terikat dalam kehidupan orang percaya. Pembahasan ini menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Kristus untuk menghasilkan buah rohani yang berlimpah dalam kehidupan gereja dan masyarakat.