Henky Purwanto
Sekolah Tinggi Teologi Amadeus Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Yesus Sebagai Jalan Ibadah Yang Baru: Kajian Biblika Kisah Yesus Menyucikan Bait Allah di Yohanes 2:13-25 Henky Purwanto
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 2 (2025): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v5i2.285

Abstract

Kisah tentang Yesus menyucikan Bait Allah merupakan salah satu kisah yang populer dalam Alkitab. Bukan hanya populer namun kisah ini merupakan kisah yang dianggap penting oleh semua penulis Injil, baik sinoptik maupun Yohanes. Hal itu dibuktikan dengan ditulisnya kisah ini pada semua Injil. Matius dalam pasal 21:12-13; Markus dalam pasal 11:15-17; Lukas dalam pasal 19:45-46 dan Yohanes dalam pasal 2:13-25. Sebagai catatan, tidak semua kisah yang sama ditulis di dalam empat Injil seperti kisah Yesus berjalan air yang tidak ada dalam catatan Injil Lukas, padahal peristiwa ini juga dianggap sangat penting. Poin penting yang sering terlewatkan atau bahkan tidak dianggap penting oleh banyak orang adalah peletakan kisah ini. Ketiga penulis Injil Sinoptik meletakannya di bagian akhir Injil mereka, hanya Yohanes yang meletakkan di awal Injilnya. Tentu saja peletakan ini bukanlah tanpa alasan. Ada maksud Yohanes meletakannya di awal, yaitu untuk menampilkan Yesus sebagai jalan ibadah yang baru. Inilah yang menjadi kebaruan dalam tulisan ini. Untuk mencapai hal tersebut, metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan studi pustaka yang meneliti bentuk akhir Injil Yohanes, latar belakang dan tentu saja konteks bagian tersebut maupun keseluruhan Injil Yohanes untuk memahami maksud dan tujuannya.