Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi
Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar-Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertumbuhan dan Hasil Hijauan Indigofera zollingeriana yang Diberi Pupuk Kotoran Sapi dengan Dosis dan Frekuensi Berbeda Ni Kadek Nata Afriani; I Ketut Mangku Budiasa; Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to determine the interaction between doses and frequency of application of cattle manure fertilizer on the growth and yield of Indigofera zollingeriana. The research was conducted in the greenhouse of the research station Sesetan, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, for 10 weeks. The research used a completely randomized design (CRD) factorial pattern with two factors, the first factor was the dose of cattle manure fertilizer (D) with four levels: D 0 (dose 0 tons ha-1), D10 (10 tons ha-1), D20 (20 tons ha -1) dan D30 (30 tons ha-1). The second factor was the frequency of application of cow manure fertilizer (F) with three levels: F1 (1 time), F2 (2 times), and F3 (3 times). There were 12 treatment combinations and four replications, resulting in were 48 experimental units. The observed variables were growth, yield, and plant growth characteristic variables. The results showed an interaction between the dose and frequency of cattle manure fertilizer on the variables stem dry weight, total forage dry weight, and leaf area per pot. Treatment of 10 tons ha-1 gave the best results to increase the growth and yield of Indigofera zollingeriana. Frequency treatment showed that F1 gave the best growth and yield of Indigofera zollingeriana forage compared to F2 and F3. It can be concluded that there is an interaction between the dose and frequency on the variables stem dry weight, total forage dry weight, and leaf area per pot. Dose of 10 tons ha-1 and a frequency of one time tended to increase the growth and yield of Indigofera zollingeriana. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara dosis dan frekuensi pemberian pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil hijauan Indigofera zollingeriana. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, dan berlangsung selama 10 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, yaitu faktor pertama adalah dosis pupuk (D) dengan 4 taraf, yaitu D0 (dosis 0 ton ha-1), D10 (10 ton ha-1), D20 (20 ton ha-1) dan D30 (30 ton ha-1). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk (F) dengan 3 taraf, yaitu F1(1 kali), F2 (2 kali) dan F3 (3 kali). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, hasil, dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan dosis dan frekuensi pemberian pupuk kotoran sapi pada variabel berat kering batang, berat kering total hijauan, dan luas daun per pot. Perlakuan dosis 10 ton ha -1 memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil hijauan Indigofera zollingeriana. Perlakuan frekuensi menunjukkan F1 memberikan pertumbuhan dan hasil hijauan Indigofera zollingeriana terbaik dibandingkan F2 dan F3. Simpulan penelitian adalah terjadi interaksi antara perlakuan dosis dan frekuensi pemberian pupuk kotoran sapi pada variabel berat kering batang, berat kering total hijauan, dan luas daun per pot. Dosis 10 ton ha-1 dan frekuensi 1 kali pemberian pupuk kotoran sapi cenderung meningkatkan pertumbuhan dan hasil hijauan Indigofera zollingeriana.
Produksi dan Karakteristik Biji Lamtoro (Leucaena leucocephala) di Lahan Kering Bukit Jimbaran Tegar Rahman Maulana; Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi; Magna Anuraga Putra Duarsa
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Animal husbandry plays a crucial role in the Indonesian economy, with livestock productivity heavily dependent on the availability of forage feed. Leucaena leucocephala seeds have an important role in plant breeding to meet forage feed needs. This study aims to determine the production and characteristics of Leucaena leucocephala seeds on dry land. The research was conducted at the Seedling Farm of the Facultyof Animal Husbandry, Udayana University, Bukit Jimbaran, Badung, from December 2023 to March 2024. Data were collected through the field survey method with the transect method in 55 m quadrat plots in five locations as replicates. Observations were made in two collections, in December 2023 and March 2024. The results showed that seed production and characteristics in the first collection were higher than in thesecond collection. The average seed production in December 2023 reached 1,586.78 seeds and decreased to 988.60 seeds in March 2024, with an average annual production of 5,150.76 seeds. Seed weight reached 0.618 tons ha-1 in December and decreased to 0.592 tons ha-1 in March. A decline in seed characteristics was also observed in the number of bunches per plant (from 20.31 to 15.69), number of pods per bunch (22.63 to 17.05), and number of seeds per pod (23.23 to 18.95). This decrease indicates that the production and seed characteristics of Leucaena leucocephala in drylands tend to decrease in the second collection. ABSTRAK Peternakan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dengan produktivitas ternak yang bergantung pada ketersediaan pakan hijauan. Biji lamtoro (Leucaena leucocephala) berperan penting dalam perkembangbiakan tanaman untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan karakteristik biji lamtoro di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bibit Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Badung, dari Desember 2023 hingga Maret 2024. Data diambil melalui metode survei lapangan dengan metode transect pada kuadrat petak berukuran 55 m di lima lokasi sebagai ulangan. Pengamatan dilakukan pada dua pengambilan yaitu pada Desember 2023 dan Maret 2024. Hasil menunjukkan bahwa produksi dan karakteristik biji pada pengambilan pertama lebih tinggi dibandingkan pengambilan kedua. Rata-rata produksi biji pada Desember 2023 mencapai 1.586,78 biji dan menurun menjadi 988,60 biji pada Maret 2024, dengan produksi tahunan rata-rata 5.150,76 biji. Berat biji mencapai 0,618 ton ha-1 pada Desember dan menurun menjadi 0,592 ton ha-1 pada Maret. Penurunan karakteristik biji juga terlihat pada jumlah tandan per tanaman (dari 20,31 menjadi 15,69), jumlah polong per tandan (22,63 menjadi 17,05), dan jumlah biji per polong (23,23 menjadi 18,95). Penurunan ini mengindikasikan bahwa produksi dan karakteristik biji lamtoro di lahan kering cenderung menurun pada pengambilan kedua.