Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru Dalam Pengembangan Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berwawasan Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar IT Harapan Mulia Palembang Abd. Amri Siregar
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8305

Abstract

Abstract: Teachers' strategies in developing multicultural-oriented learning patterns are not optimal, as indicated by ongoing brawls between students, inter-ethnic conflicts, and religious blasphemy. The purpose of this study was to analyze teachers' strategies in developing multicultural-oriented Islamic religious education learning patterns in schools. Using descriptive qualitative methods. The results of the study show that teacher strategies in developing Islamic religious education learning patterns with a multicultural perspective are a series of activities designed and developed by teachers in instilling values of tolerance, encouraging students to appreciate differences in culture, customs, ethnicity and religion, building an understanding of diversity and forming an Islamic personality among students. Thus it can be concluded that the teacher's strategy in developing a multicultural Islamic religious education learning pattern includes teachers providing knowledge, understanding, attitudes and actions in developing conditions of differences and similarities in gender, race, culture, customs, ethnicity and religion, and teachers are able to provide knowledge, attitudes and behavior in implementing educational interactions and social interactions based on multicultural values to students. So it can be suggested in developing a multicultural Islamic religious education learning pattern, then improve teacher strategies in schools.Keywords: Teacher Strategy, Learning Pattern Development, Multicultural Education. Abstrak: Strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran berwawasan multikultural belum optimal, ditandai masih terjadi tawuran antar pelajar, konflik antar etnis, dan penistaan agama. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan pendidikan multikultural di sekolah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural merupakan segala rangkaian kegiatan yang dirancang dan dikembangkan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, mendorong peserta didik untuk menghargai perbedaan budaya, adat istiadat, etnis dan agama, membangun pemahaman tentang keberagaman serta membentuk kepribadian islami di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural antara lain guru memberikan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan dalam mengembangkan kondisi perbedaan jenis kelamin, ras, budaya, adat istiadat, etnik dan agama, serta memberikan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mengimplementasikan interaksi edukatif dan interaksi sosial berdasarkan nilai-nilai multikultural kepada peserta didik. Sehingga dapat disarankan dalam pengembangan pola pembelajaran PAI berwawasan multicultural, maka tingkatkan strategi guru di sekolah.Kata kunci: Strategi Guru, Pengembangan Pola Pembelajaran, Pendidikan Multikultural.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Membangun Masyarakat yang Harmoni di Indonesia Abd. Amri Siregar
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4532

Abstract

Abstract: Multicultural education is still difficult to play a role in building a harmonious society, marked by frequent multicultural conflicts in society. The purpose of this study is to map and analyze the role of multicultural education in building a harmonious society. Using a descriptive qualitative method. The results of the study show that multicultural education has fought a war in building a harmonious society through understanding and appreciating diversity, but there are still often multicultural conflicts in society triggered by differences in religion, belief, belief, ideology, politics, socio-economy, culture, race, ethnicity, customs, gender, resulting in prolonged debates, disputes, fights, and fights in society. Therefore, it can be concluded that multicultural education has played a role in building a harmonious society through understanding and appreciating diversity. Thus, it can be suggested that, to build a harmonious society, increase the role of multicultural education in Indonesia.Keywords: The Role of Multicultural Education, Building a Harmonious Society Abstrak: Pendidikan multicultural masih sulit berperan dalam membangun masyarakat yang harmoni, ditandai masih sering terjadi konflik multikultural dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis peran pendidikan multikultural dalam membangun masyarakat yang harmoni. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural telah berperan dalam membangun masyarakat yang harmoni melalui pemahaman dan menghargai keberagaman, namun masih sering terjadi konflik multikultural dalam masyarakat yang dipicu oleh perbedaan agama, keyakinan, kepercayaan, ideology, politik, sosial ekonomi, budaya, ras, suku, adat istiadat, dan gender, sehingga mengakibatkan perdebatan yang berkepanjangan, perselisihan, cekcok, dan perkelahian yang tidak kunjung selesai dalam masyarakat. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pendidikan multikultural telah berperan dalam membangun masyarakat yang harmoni melalui pemahaman dan menghargai keberagaman. Dengan demikian dapat disarankan, untuk membangun masyarakat yang harmoni, maka tingkatkanlah peran pendidikan multikultural di Indonesia. Kata kunci: Peran Pendidikan Multikultural, Membangun Masyarakat yang Harmoni