Nashaihul Honey Herawati
Universitas Terbuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Urbanisasi di Kota Yogyakarta sebagai Akar Masalah Sosial Nashaihul Honey Herawati; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 3 (2024): (JULY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/018nye08

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pemerintah melakukan upaya pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Namun pertumbuhan demografi ini tidak dibersamai dengan pertumbuhan kesejahteraan masyarakatnya, justru masalah sosial semakin marak terjadi. Pembangunan daerah yang tidak merata menghasilkan kesenjangan antara pedesaan dengan perkotaan. Pembangunan ekonomi di perkotaan cenderung lebih mudah dijangkau dan dilakukan oleh pemerintah dibandingkan dengan pedesaan. Alhasil masyarakat di pedesaan mengalami kemiskinan dan mengalami kemunduran dari segi teknologi maupun pendidikan. Kondisi kemiskinan di pedesaan ini mendorong masyarakat desa untuk melakukan urbanisasi demi mengubah nasib hidup. Alih-alih menjadi solusi kesejahteraan hidup masyarakat, urbanisasi membawa dampak kepada penduduk lokal kota berupa rentetan masalah sosial seperti kriminalitas, kesenjangan, pemukiman kumuh, kemacetan dan pengangguran. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa para urban yang tidak memiliki kejelasan mengenai nasib setelah tiba di kota memicu munculnya masalah sosial. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan secara studi pustaka. Dengan memanfaatkan kajian dan penelitian yang telah ditulis oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian studi pustaka menunjukkan bahwa ketidakstabilan di tengah masyarakat menjadi akar timbulnya masalah-masalah sosial lainnya. Urbanisasi yang mencakup harapan mengenai peningkatan kesejahteraan masyarakat, nyatanya membawa lebih banyak masalah dibandingkan dengan manfaat yang didambakan.