Anton Saputra Wijaya
Raden Fatah State Islamic University Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Humas AHASS Modern Plaju dalam Menyikapi Komplain Rangka Motor Honda yang Patah Muslimin Ritonga; Anton Saputra Wijaya
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 12 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v12i1.11586

Abstract

Strategi komunikasi yang tepat dari pihak Humas AHASS Modern Plaju sangat diperlukan untuk merespons keluhan pelanggan dan membangun kembali kepercayaan. General Manager AHASS Modern Plaju menyatakan bahwa kasus-kasus seperti ini cukup jarang terjadi di wilayah Sumatera Selatan, namun tetap ada produk Honda yang menunjukkan indikator kerusakan pada rangka. Penelitian ini menganalisis strategi hubungan masyarakat (Humas) yang diterapkan oleh Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) Modern Plaju dalam menangani krisis, khususnya terkait masalah keamanan produk. Dalam teori komunikasi kualitas pelanggan Teori ini menekankan bahwa kepuasan pelanggan yang tinggi akan berkontribusi pada loyalitas pelanggan. Dalam konteks AHASS Modern Plaju, strategi komunikasi yang efektif dalam menangani komplain dapat meningkatkan kepuasan dan mendorong pelanggan untuk tetap setia pada merek Honda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis data. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi humas AHASS Modern Plaju dalam menyikapi komplain rangka motor honda yang patah, dengan fokus utama pada upaya pemulihan citra, kepercayaan konsumen, dan penyelesaian masalah produk secara komprehensif. Penelitian ini menggali pemahaman tentang pentingnya komunikasi dua arah, transparansi, dan pengelolaan krisis yang efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Humas yang fleksibel dan responsif sangat diperlukan untuk membangun dan memelihara kepercayaan publik, dan pendekatan yang hati-hati dalam menangani kasus sensitif. Penelitian ini juga mengidentifikasi peran media sosial sebagai saluran komunikasi yang vital dalam mengelola persepsi publik dan merespons keluhan