Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model PBL-STEM pada Materi Ekosistem: Pengaruhnya terhadap Kolaborasi Siswa Laviola Fiorentina; Henry Setya Budhi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.103543

Abstract

Keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran IPA, masih tergolong rendah. Padahal penting keterampilan ini penting dikembangkan untuk menghadapi tuntutan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterampilan kolaborasi siswa setelah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEM. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Desain penelitian yang dipakai adalah pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas tujuh dari SMP Negeri 2 Undaan, sampelnya dari kelas VII A dan VII B. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan keterampilan kolaborasi di kelas yang menerapkan model PBL STEM, dengan rata-rata posttest lebih tinggi daripada kelas kontrol. Nilai signifikansi uji-t adalah 0,000 dengan efek ukuran (Cohen’s d) sebesar 2,16 artinya penerapan PBL pendekatan STEM dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa pada materi ekosistem.
Pengembangan LKPD Berbasis Etnosains Proses Pembuatan Genteng Tradisional Pada Materi Suhu dan Kalor Kelas VII SMP/MTs Amanda Alya Putri; Henry Setya Budhi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3646

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP umumnya masih sering menerapkan metode ceramah, sehingga siswa kurang terlibat dalam proses belajar. Akibatnya, sebagian besar siswa kesulitan mengkaitkan materi yang sudah didapat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurangnya bahan ajar yang berbasis etnosains menjadi salah satu alasan perlunya dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis etnosains dengan mengintregrasikan praktik budaya lokal proses pembuatan genteng tradisional materi tenang suhu dan kalor untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap analisis pada penelitian ini mencakup analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik siswa. Pada tahap desain dilakukan dengan melakukan perancangan susunan bagian LKPD IPA dari penentuan CP, tujuan, serta aktivitas berbasis etnosains yang disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan. Tahap development dilakukan dengan menguji kelayakan kepada ahli media hasil yaitu 92,08% dan ahli materi yaitu 96,11%. Tahap implementasi dilakukan uji kepraktisan terhadap respon guru dan siswa dengan hasil yaitu guru (95%) dan siswa (90,64%). Tahap evaluasi yaitu tahap terakhir untuk memastikan hasil produk akhir. Hasil penelitian ini berupa LKPD yang valid dan praktis sebagai alternatif media pembelajaran konstektual berbasis budaya lokal dalam pembelajaran IPA, sehingga proses belajar lebih kontekstual, menarik, dan memudahkan siswa memahami konsep suhu dan kalor.
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Sistem Tata Surya Kelas VII Mohamad Mustofal Karim; Henry Setya Budhi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3766

Abstract

Pembahasan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih terbatasnya pemakaian media pembelajaran inovatif di sekolah, sehingga materi sistem tata surya yang bersifat abstrak sulit dipahami siswa ketika disampaikan melalui metode konvensional. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya pemahaman konsep, sehingga diperlukan media berbasis Augmented Reality (AR) sebagai alternatif agar dapat meningkatkan efektivitas dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menilai sejauh mana media pembelajaran interaktif berbasis AR memengaruhi penguasaan konsep siswa kelas VII tentang Sistem Tata Surya di SMP 1 Mejobo. Penelitian dilatarbelakangi oleh minimnya pemanfaatan media inovatif dan kesulitan siswa dalam memahami konsep abstrak dengan media konvensional. Rancangan yang digunakan adalah quasi-experiment dengan non-equivalent control group design, melibatkan dua kelas,kelas eksperimen (AR) dan kelas kontrol (konvensional). Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, kemudian analisisnya melalui uji normalitas, homogenitas, dan independent t-test. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa AR berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa, sehingga dapat menjadi pilihan media pembelajaran yang lebih efektif untuk materi tata surya.
Ardi, Budhi Pembuatan Produk Bioplastik sebagai Proyek dalam Pembelajaran STEM-PjBL untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa : pembelajaran proyek bioplastik Diana Melidyah Ardi; Henry Setya Budhi
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.2.324-330

Abstract

This research project aimed to obtain data on learning outcomes using the Project-Based Learning (PjBL) method related to STEM activities in honing students' critical thinking skills in bioplastic manufacturing projects. This research used quantitative method with one group pretest-posttest design. The research targets were VII A students of SMP Negeri 1 Nalumsari as many as 22 students. The research instruments were pretest and posttest tests with analysis of homogeneity test, normality test, and N-Gain test. The test results showed that all data were normally distributed and homogeneous, so it was feasible to analyze further. The overall N-Gain average was 0.6029 (medium category), indicating an increase in critical thinking by 60.29% after learning. The indicators with the highest improvement were problem identification and analysis, while problem solving and drawing conclusions experienced low improvement. Although there are differences in each indicator, all stages of PjBL from problem determination to experience evaluation are proven to contribute to the development of students' critical thinking. This research shows that STEM-PjBL through bioplastic projects can be an alternative to contextualized science learning and 21st century skill oriented.
Enhancing Middle School Student’s Scientific Literacy through Contextual Science Learning Based on Coastal Environmental Issues Henry Setya Budhi; Laviola Fiorentina; Heru Agni Setiaji
THABIEA : JOURNAL OF NATURAL SCIENCE TEACHING Vol 9, No 1 (2026): THABIEA: JOURNAL OF NATURAL SCIENCE TEACHING
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thabiea.v9i1.36350

Abstract

Scientific literacy is a central goal of contemporary science education, enabling students to understand scientific concepts, interpret evidence, and apply scientific reasoning to real-world problems. However, many middle school students continue to demonstrate limited scientific literacy due to decontextualized instructional practices. This study investigates the effectiveness of contextual science learning based on coastal environmental issues in enhancing middle school student’s scientific literacy. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed involving 120 eighth-grade students from two public middle schools in a coastal region of northern Java, Indonesia. The experimental group received contextualized science instruction integrating authentic coastal phenomena, while the control group received conventional instruction. Scientific literacy was measured using an instrument aligned with the PISA framework. Data were analyzed using descriptive statistics, normalized gain scores, paired-sample t-tests, and ANCOVA. The results indicate that students in the experimental group achieved significantly higher scientific literacy gains than those in the control group (p < 0.01). These findings suggest that contextualizing science instruction through local coastal environmental issues is an effective strategy for fostering scientific literacy and environmental awareness among middle school students.