A’rasy Farullah
Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat Surabaya Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Rombong Berkah Tsaqibatu Alfiqriyah Apriliana; A’rasy Farullah
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): JIEI : Vol.9, No.2, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i2.8983

Abstract

Permasalahan kemiskinan merupakan salah satu fenomena pemberdayaan ekonomi mayarakat. Khususnya di Indonesia yaitu adanya perbedaan antara jumlah umat Islam dengan keadaan ekonomi masyarakat. Cukup sedikit orang yang mampu membayar zakat yang tergolong sebagai muzaki. Selain itu, umat Islam yang tergolong dalam kaum dhuafa atau mustahik juga lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat Surabaya dalam dalam pemberdayaan ekonomi masyakarat, dan untuk mengetahui Rombong Berkah Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat Surabaya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat memiliki beberapa program pemberdayaan ekonomi masyarakat atas dasar wujud kepedulian Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam memaksimalkan peran dan fungsi lembaga pengelolaan zakat tentunya harus dikelola sebaik mungkin. Program Rombong Berkah Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat telah memberikan dampak positif bagi mustahiq baik secara sosial, agama dan ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis terhadap empat indikator keberhasilan program yaitu kesejahteraan yang terdiri dari pangan, sandang, papan, dan aspek spiritual, dan mentransformasi mustahik menjadi muzaki. Diantara keempat indikator tersebut terdapat beberapa yang belum terpenuhi, yaitu tambahan penghasilan dari program ini masih tergolong sedikit sehingga belum memungkinkan untuk mentransformasi mustahik menjadi muzaki yang berzakat mal.