Mu'alimin
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN DUKUHMENCEK 04 Mufidatur Rizqiya Permana; Dwi Cahyani; Erma Fatmawati; Mu'alimin
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran IPAS di SDN Dukuhmencek 04. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali secara mendalam proses pembelajaran, interaksi, serta pengalaman guru dan siswa dalam penerapan model tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL melalui proyek pembuatan pop-up book kearifan lokal mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna, serta mendorong berkembangnya keterampilan HOTS dan kompetensi abad ke-21 (4C), yaitu berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Siswa terlibat secara langsung dalam proses merancang, menyusun, dan mempresentasikan produk, sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan antara PjBL, HOTS, dan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal, serta penggunaan pendekatan kualitatif untuk mengungkap proses implementasi secara nyata di kelas. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian pembelajaran abad ke-21 dan secara praktis memberikan panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran inovatif, kontekstual, dan berbasis proyek di sekolah dasar.
ANALISIS KOMPARATIF RPP IPS PADA KURIKULUM 2013 DAN RPP SEDERHANA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR Wildatul Umah; Muhammad Ma’dinul In’am Al Kamil; Erma Fatmawati; Mu'alimin
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2457

Abstract

Lesson Plan (RPP) is an important component in the learning process that functions as a guide for teachers in conducting teaching and learning activities. This study aims to analyze Social Studies (IPS) lesson plans in the 2013 Curriculum and the simplified lesson plans, as well as to examine the differences, strengths, and weaknesses of both in supporting the learning process. This research employs a descriptive qualitative approach using a library research method and comparative analysis. Data were obtained from official documents, books, and relevant scientific journals. The results show that the 2013 Curriculum lesson plan has complete, detailed, and systematic components, providing structured guidance for teaching, but it tends to be complex and burdens teachers administratively. Meanwhile, the simplified lesson plan only consists of three main components, namely learning objectives, learning activities, and assessment, making it more flexible, practical, and efficient. In Social Studies learning, the simplified lesson plan is considered more relevant as it accommodates contextual and student-centered learning. However, the effectiveness of the simplified lesson plan highly depends on teachers’ pedagogical competence in designing and implementing learning activities. Therefore, teachers’ skills and creativity are required to ensure that the simplified lesson plan can optimally achieve learning objectives.