Ewalde Yovita Bria
Universitas Anwar Medika Sidoarjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pentingnya Kesadaran Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Ismatun Maulidiyah; Elsa saqila Al Fathikha; Ewalde Yovita Bria; Ika Hepi Maydayanti; Laila Sabila Sindriyani; Maulidiyah Cholifah; Ria Lestari Herawati; Ikhya’ Hisyamuddin; Renny Anggrayni; Abdul Latif; Yeka Khafidz
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 1 (2024): (NOVEMBER) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/dtxx6f29

Abstract

KKN merupakan kepanjangan dari Kuliah Kerja Nyata. Ini merupakan program mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral dalam kurun waktu tertentu. Melalui KKN, mahasiswa bisa membangun komunikasi dengan warga dan membangun desa agar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, biasanya KKN memiliki project yang akan dilakukan selama program tersebut berjalan. Artikel ini memuat tentang permasalahan stunting yang ada di Desa Pedagangan. Pada penelitian ini kami diterjunkan langsung ke masyarakat dengan program yaitu bernama PPKM dan KKN dimana program ini merupakan syarat wajib bagi prodi Diploma dan Prodi Sarjana. Berdasarkan kondisi geografis, pemukiman penduduk cukup padat. Berdasarkan kondisi demografi, sebagian besar penduduk di desa ini bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, buruh pabrik dan PNS. Selain itu latar belakang pendidikan penduduknya sebagaian besar ialah lulusan SD, SMP, SMA dan ada juga yang tidak sekolah. Permasalahan yang sedang terjadi di Desa Pedagangan adalah stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Balita/Baduta (bayi dibawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal. Stunting juga merupakan masalah gizi yang bersifat kronis karena menjadi salah satu keadaan malnutrisi yang memiliki hubungan dengan tidak tercukupinya zat gizi sejak dalam kandungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan jumlah angka stunting yang terjadi pada ibu hami, bayi dan balita agar sesuai dengan standar Kementerian kesehatan di Desa tempat KKN dan PPKM. Metode yang digunakan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggunakan pendekatan tatap muka dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Sebelum pelaksanaan KKN dilakukan, kami sudah berdiskusi dengan perangkat desa setempat dan warga sekitar. Hasil observasi menunjukkan masyarakat masih belum sepenuhnya memahami dan mengerti bahaya stanting bagi anak. Metode pendekatan tatap muka yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan atau sosialisasi tentang masalah bahaya stanting untuk anak. Memberikan penyuluhan dengan menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada kelompok sasaran, memberikan makanan PMT kepada balita dan ibu hami, memberikan vitamin untuk memenuhi gizi baik.