Seltia Marta Wangkanusa
Universitas Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Tempat Penampungan Air Hujan Guna Penghalang Terjadinya Banjir di Desa Mala Kab. Talaud Seltia Marta Wangkanusa; Romi Mesra
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/sffef281

Abstract

Desa Mala Kabupaten Talaud menghadapi permasalahan banjir tahunan yang disebabkan oleh sistem drainase tidak memadai dan ketiadaan infrastruktur penampungan air hujan. Tujuan pengabdian ini adalah membangun sistem penampungan air hujan sebagai solusi mitigasi banjir sekaligus meningkatkan ketersediaan air bersih masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan survei menggunakan Rapid Rural Appraisal (RRA), wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), community-based construction, dan monitoring evaluasi menggunakan Most Significant Change (MSC). Implementasi melibatkan pembangunan 50 unit sistem penampungan air hujan berkapasitas 2000 liter dengan partisipasi aktif masyarakat mencapai 92%. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi genangan banjir sebesar 75%, peningkatan ketersediaan air bersih hingga 20 m³ per bulan per kepala keluarga, dan penghematan biaya rumah tangga rata-rata Rp 150.000 per bulan. Transfer teknologi berhasil menciptakan 20 kader teknis lokal dan 15 fasilitator yang mampu mereplikasi program. Pembentukan Kelompok Pengelola Air Masyarakat (KPAM) dengan 35% partisipasi perempuan memastikan keberlanjutan program. Program berhasil direplikasi ke 8 desa lain dengan tingkat keberhasilan 80-90%, membuktikan efektivitas pendekatan participatory development dalam mengatasi permasalahan banjir di wilayah kepulauan.
Makna Tradisi Mabarissa Bagi Masyarakat Desa Mala Kec, Melonguane Kab. Kepulauan Talaud (Studi Eksploratif) Seltia Marta Wangkanusa; Veronike E.T Salem; Yoseph DA Santie
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna tradisi Mabarissa “ Bergoyang di jalan Bersama-sama” merupakan salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dilakukan di desa Mala Kecamatan Melonguane Timur. Kegiatan yang dilakukan setiap bulan Desember dan acara Tahun Baru ini masih eksis keberadaannya karena dianggap sangat meramaikan suasana yang ada di desa dimana berkumpulnya saudara bersauara untuk memeriahkan natal dan tahun baru khususnya di desa Mala.Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Tradisi ini merupakan sesuatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Talaud khususnya masyarakat desa Mala. makna dari Mabarissa ini lebih kepada kesenian dalam kebersamaan.