Kecemasan telah menjadi gangguan psikologis utama yang semakin meluas di masyarakat modern, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan individu. Proses pengobatan kecemasan sering kali bergantung pada terapi psikologis konvensional; namun, ada potensi untuk mengintegrasikan unsur-unsur spiritual ke dalam proses penyembuhan. Salah satu unsur utama dalam Islam yang dapat berperan dalam mengatasi kecemasan adalah rasa syukur. Dalam Islam, rasa syukur bukan hanya sekadar ungkapan terima kasih; tetapi merupakan cara hidup yang melibatkan penerimaan penuh terhadap keadaan, yang dapat mengubah pola pikir dan emosi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi rasa syukur dalam psikoterapi Islam dalam pendekatan holistik untuk mengurangi kecemasan. Melalui tinjauan pustaka, penelitian ini mengidentifikasi manfaat rasa syukur yang tercermin dalam peningkatan kesejahteraan psikologis dan pengurangan kecemasan, dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, emosional, dan mental ke dalam terapi. Psikoterapi Islam, yang menggabungkan prinsip-prinsip agama dan psikologi modern, menawarkan solusi yang lebih komprehensif dibandingkan dengan terapi konvensional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki potensi signifikan untuk mengurangi kecemasan melalui penerimaan yang lebih positif terhadap takdir dan penerapan prinsip-prinsip spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini juga mengidentifikasi kesenjangan dalam literatur terkait penerapan rasa syukur dalam konteks psikoterapi Islam dan mengusulkan pengintegrasian konsep ini ke dalam praktik terapi untuk meningkatkan ketahanan mental dan emosional. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi yang sangat penting bagi pengembangan psikoterapi berbasis agama Islam untuk mengatasi gangguan kecemasan dan membuka jalan bagi penelitian di masa mendatang.