Speech delay in early childhood is a multidimensional developmental problem influenced by biological, environmental, and social factors. This study aims to identify the causes, characteristics of children with speech delay, and the effectiveness of interactive stimulation media in supporting speech development. The method employed was a literature review using content analysis of scientific articles published in the last ten years relevant to the topic. The findings indicate that dominant causes include genetic factors, prematurity, lack of verbal stimulation, and excessive screen time. Children with speech delay are characterized by limited vocabulary, unclear articulation, dominance of non-verbal communication, and social interaction difficulties. Interactive stimulation media such as flash cards, big books, full day school programs, and video-based psychoeducation proved effective in improving vocabulary, narrative skills, and social interaction intensity. The study concludes that the role of parents, teachers, and educational policies is crucial in supporting interventions. The implications recommend further research using quasi-experimental or longitudinal designs to examine the effectiveness of stimulation media in the Indonesian cultural context more comprehensively. Keywords: speech delay, early childhood, stimulation media, social interaction, language development Abstrak Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang bersifat multidimensional, dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, karakteristik anak dengan speech delay, serta efektivitas media stimulasi interaktif dalam mendukung perkembangan kemampuan bicara. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi (content analysis) terhadap artikel ilmiah terbitan 10 tahun terakhir yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab speech delay meliputi genetik, prematuritas, kurangnya stimulasi verbal, serta penggunaan gawai berlebihan. Karakteristik anak ditandai dengan kosakata terbatas, artikulasi tidak jelas, dominasi komunikasi non-verbal, dan hambatan interaksi sosial. Media stimulasi interaktif seperti flash card, big book, program full day school, dan psikoedukasi berbasis video terbukti efektif meningkatkan kosakata, kemampuan naratif, serta intensitas interaksi sosial. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya peran orang tua, guru, dan kebijakan pendidikan dalam mendukung intervensi. Implikasi kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan dengan desain kuasi-eksperimen atau longitudinal untuk menguji efektivitas media stimulasi dalam konteks budaya Indonesia secara lebih mendalam. Kata kunci: speech delay, anak usia dini, media stimulasi, interaksi sosial, perkembangan Bahasa